Alfamart Lanjutkan Program Satu Telur Sehari, 35 Anak di Kuningan Terima Manfaat

Pendidikan173 views

KUNINGAN ONLINE – Upaya pencegahan dan penanganan stunting terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya melalui program berkelanjutan “Satu Telur Sehari” yang digagas Alfamart dan kini memasuki tahun keempat pelaksanaannya.

Pada tahun 2026, Kabupaten Kuningan menjadi salah satu dari 39 kota di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut. Sebanyak 35 anak yang terindikasi stunting di wilayah Posyandu Seroja, Kecamatan Kramatmulya, menerima manfaat berupa bantuan telur sebagai tambahan asupan protein hewani untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Iklan

Program yang telah berjalan sejak 2022 ini merupakan bagian dari komitmen Alfamart dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting di Indonesia. Tahun ini, Alfamart menargetkan distribusi lebih dari 510 ribu butir telur kepada lebih dari 2.700 anak penerima manfaat yang tersebar di 39 kota.

Kader Posyandu Seroja, Euis Tati, mengatakan program tersebut memberikan dampak positif bagi anak-anak yang mengalami masalah pertumbuhan. Selain memperoleh tambahan asupan protein berupa satu butir telur setiap hari, para orang tua juga mendapatkan edukasi mengenai pola asuh dan pola makan bergizi seimbang.

Iklan

“Program sederhana ini sangat membantu pertumbuhan anak-anak yang terindikasi stunting. Dampaknya bisa dirasakan langsung, terutama dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian anak,” ujar Euis kepada Kuninganonline.com, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, telur dipilih karena menjadi sumber protein hewani yang mudah diperoleh, relatif terjangkau, serta mudah diolah menjadi berbagai menu yang disukai anak-anak.

Selain pembagian telur secara berkala, program ini juga disertai pemantauan pertumbuhan anak melalui pengukuran rutin yang dilakukan bersama kader posyandu dan dinas kesehatan setempat.

Jangkauan Program Terus Meningkat

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2022, cakupan program “Satu Telur Sehari” terus berkembang baik dari sisi jumlah penerima manfaat maupun wilayah pelaksanaan.

Pada tahun pertama pelaksanaan, lebih dari 177 ribu butir telur didistribusikan kepada sekitar 1.000 anak di 10 kota. Kemudian pada 2024 jumlah distribusi mencapai lebih dari 103 ribu butir telur untuk 591 anak di 12 kota.

Sementara pada 2025, Alfamart menyalurkan lebih dari 189 ribu butir telur kepada 1.000 anak di 25 kota. Dari program tersebut, sekitar 72 persen anak penerima manfaat tercatat menunjukkan perkembangan tumbuh kembang yang positif.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menjelaskan bahwa program “Satu Telur Sehari” difokuskan bagi anak-anak yang mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi. Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan setempat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi bentuk intervensi sederhana yang efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah. Respons positif dan perkembangan anak penerima manfaat selama empat tahun terakhir menjadi semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” kata Rani.

Ia menambahkan, program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan pangan semata. Pemantauan perkembangan anak juga dilakukan secara berkala melalui pencatatan dan evaluasi bersama kader posyandu serta dinas kesehatan.

“Semangatnya adalah bagaimana Alfamart dapat turut berkontribusi membantu menekan angka stunting sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang menjadi generasi unggul di masa depan,” tambahnya.

Program “Satu Telur Sehari” tahun 2026 resmi dimulai sejak Mei dan akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Selain distribusi telur, kegiatan juga mencakup edukasi gizi, pendampingan keluarga, serta pencatatan tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya membangun pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang berkelanjutan di tingkat keluarga. (OM)