KUNINGAN ONLINE – Kejuaraan Daerah (Kejurda) VIII Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Kuningan tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari, 1–3 Mei 2026, di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Kuningan ini sukses mempertemukan ratusan pesilat pelajar dari berbagai penjuru Kabupaten Kuningan.
Ajang bergengsi yang memperebutkan Piala Rektor ini diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA serta pondok pesantren. Kehadiran para atlet muda tersebut menjadi bukti tingginya minat generasi muda terhadap cabang olahraga pencak silat yang merupakan warisan budaya bangsa.
Sejak hari pertama, atmosfer pertandingan sudah terasa kompetitif. Sorak sorai pendukung, semangat para atlet, serta dukungan dari official dan pelatih menciptakan suasana yang hidup di arena pertandingan.
Setiap kategori menampilkan kemampuan terbaik para pesilat, baik dalam nomor tanding maupun seni, dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Wawang Anwarudin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kejurda ini merupakan bentuk nyata dukungan dunia pendidikan dalam mengembangkan potensi generasi muda, khususnya di bidang olahraga dan seni bela diri. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan atlet-atlet unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang pengembangan bakat dan minat mahasiswa serta pelajar, termasuk di bidang olahraga.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan organisasi olahraga sangat penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.
Sementara itu, Ketua Pimda 143 Tapak Suci Kuningan, Ridwan Hadisantoso, menegaskan bahwa Kejurda memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet.
“Kejurda ini menjadi ajang penting untuk menjaring atlet berbakat sekaligus memperkuat nilai persaudaraan dan sportivitas di kalangan pesilat muda. Dari sinilah kita bisa melihat potensi-potensi yang nantinya akan dibina ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Tapak Suci tidak hanya fokus pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan akhlak mulia para pesilat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan pembinaan yang dilakukan.
Ketua pelaksana, Muhamad Rafli Firdaus, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari peserta dan official. Ini menunjukkan bahwa semangat pembinaan pencak silat di Kuningan terus tumbuh. Kami berharap kejuaraan ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet berprestasi yang dapat membawa nama Kuningan ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, wasit, juri, serta pihak kampus yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi kunci suksesnya Kejurda tahun ini.
Persaingan ketat terjadi di setiap kategori. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk meraih gelar juara umum. Berikut hasil akhir Kejurda VIII Tapak Suci Kuningan 2026:
Kategori SMA/MA
Juara Umum 1: SMKN 1 Japara
Juara Umum 2: SMKN 4 Kuningan
Juara Umum 3: MA Khusnul Khotimah
Kategori SMP/MTs
Juara Umum 1: SMP Ainurafiq
Juara Umum 2: MTsN 7 Kuningan
Juara Umum 3: SMP Binaul Ummah
Kategori SD/MI
Juara Umum 1: Club TS Junior
Juara Umum 2: SDIT Al Furqon
Juara Umum 3: MI Ar Ruhama
Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi para atlet, panitia memberikan beasiswa pendidikan khusus bagi juara umum kategori SMA/MA. Juara pertama mendapatkan beasiswa sebesar Rp4.000.000, juara kedua Rp2.000.000, dan juara ketiga Rp1.500.000. Selain itu, penghargaan lain seperti pesilat terbaik, uang pembinaan, sertifikat, dan medali juga diberikan kepada para pemenang di setiap kategori.
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, Kejurda ini juga menjadi sarana edukasi dan pembentukan karakter bagi generasi muda. Nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, sportivitas, dan rasa hormat kepada sesama menjadi bagian penting yang ditanamkan melalui kegiatan ini.
Dengan berakhirnya Kejurda VIII Tapak Suci Kuningan 2026, diharapkan akan lahir pesilat-pesilat muda berbakat yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang terus berkembang di kalangan generasi muda, khususnya di Kabupaten Kuningan. (OM)





