Adian Napitupulu ke DPC PDIP Kuningan, Ono Surono Soroti Data Bansos dan Ijazah Tertahan

Politik, Sosial231 views

KUNINGAN ONLINE – Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, menggelar konsolidasi internal bersama jajaran DPC PDIP Kabupaten Kuningan di Aula Sekretariat DPC PDIP Kuningan, Senin (19/5/2026) malam.

Pertemuan berlangsung tertutup dan turut dihadiri Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, jajaran pengurus DPC PDIP Kabupaten Kuningan, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Kuningan Rana Suparman, serta unsur pengurus partai lainnya.

Iklan

Usai pertemuan, Adian Napitupulu memilih tidak memberikan pernyataan kepada wartawan yang telah menunggu untuk wawancara doorstop. Penjelasan kepada media kemudian disampaikan oleh Ono Surono bersama jajaran pengurus partai.

Dalam keterangannya, Ono menegaskan bahwa konsolidasi tersebut tidak hanya membahas penguatan organisasi partai, tetapi juga memastikan struktur partai bekerja aktif hingga tingkat bawah dan hadir di tengah persoalan masyarakat.

Iklan

Menurut Ono, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian kader partai, mulai dari pendataan masyarakat penerima bantuan sosial hingga persoalan pendidikan yang masih ditemukan di lapangan.

“Terkait perubahan data penduduk miskin dari DTKS menjadi DTSEN, ternyata masih banyak masyarakat yang seharusnya berhak mendapatkan bantuan tetapi kenyataannya belum masuk. Itu harus diadvokasi, bagaimana musyawarah desa dilakukan untuk memperbaiki data-data tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Ono juga menyoroti persoalan pendidikan, termasuk masih adanya kasus ijazah siswa yang tertahan, khususnya di sejumlah sekolah swasta.

Ia menekankan, inti utama konsolidasi adalah memastikan struktur partai benar-benar terbentuk dan bekerja aktif hingga tingkat akar rumput.

“Kita ingin memastikan seluruh pengurus partai dari tingkat kabupaten sampai tingkat RW terbentuk dan bekerja. Bidang komunikasi perjuangan juga harus mampu membangun gerakan-gerakan yang menyentuh masyarakat,” katanya.

Ono menilai keberadaan kader partai tidak cukup hanya hadir dengan narasi normatif atau slogan semata. Menurutnya, kerja partai harus diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

“Jangan hanya sekadar membantu dengan kalimat yang sama, yang terdengar mengenakkan atau menguatkan warga. Tapi bagaimana struktur partai benar-benar bekerja dan hadir menyelesaikan persoalan masyarakat,” tegasnya.

Konsolidasi tertutup tersebut disebut menjadi bagian dari upaya penguatan internal PDIP di Kabupaten Kuningan sekaligus memastikan mesin partai bergerak lebih aktif dalam merespons berbagai persoalan masyarakat hingga tingkat bawah. (OM)