KUNINGAN ONLINE – Ditemukannya sarana prasarana sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kecamatan Kramatmulya oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kuningan, Rana Suparman mendapat tanggapan dari Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abidin.
Menurut Abidin, dari total SMP di Kuningan sebanyak 114 yang terdiri dari 71 SMP Negeri, 32 Swasta, 7 Satuan Atap (Satap) Negeri, dan 4 SMP terbuka. Progres perbaikan fasilitas sekolah ditahun sekarang terdapat 18 sekolah yang menjadi skala prioritas.
“Untuk tahun sekarang itu terdapat 18 SMP menjadi skala prioritas untuk perbaikan sekolah. Adapun sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp, 17,9 Milyar,” tutur Abidin saat ditemui, Selasa (5/9).
Ia mengklaim, bahwa data yang dimilikinya itu untuk perbaikan sekolah sudah ada. Namun, pengajuan bantuan tersebut, membutuhkan waktu dan proses.
“Maka, diharapkan untuk bersabar karena ini menjadi prioritas kami untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kerusakan sarana prasarana,” ujarnya.
“Kita lihat secara umum, progres kita sangat baik sebetulnya. Dari jumlah DAK nominal setiap tahun kita meningkat, artinya bahwa kami Disdikbud selalu berupaya bagaimana caranya agar prasarana di SMP dalam kondisi baik,” sambungnya.
Untuk awal 2020, Abidin memaparkan bahwa DAK untuk Kuningan itu sebesar Rp 8 Miliyar sudah diselesaikan kegiatannya.
Sementara, ditahun 2021 di angka Rp. 17,9 Miliyar. Artinya, ada progres sangat baik. Itu adalah bentu upaya Dinas Pendidikan dalam perbaikan sarana prasarana sekolah.
“Ditahun 2022, kita diproyeksikan naik lagi. Itu atas dasar karena kita terdorong untuk memberikan satu kenyamanan dalam layanan pendidikan terutamanya dalam sarana prasarana,” paparnya.
“Insya Allah kami Dinas pendidikan tidak pernah tinggal diam membiarkan kondisi-kondisi sekolah seperti itu dan menjadi prioritas kita,” tambahnya.
Kalau kenyataan kerusakan fasilitas sekolah seperti itu, pihaknya mengaku bahwa menjadi catatan penting untuk segera melakukan langkah-langkah koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi untuk segera bisa memperbaiki, merehabilitasi sekolah-sekolah yang rusak.
“Tapi, kalau dari sisi persentase kita juga sudah meningkat. Persentase tingkat kerusakan kita tinggal sedikit dan Alhamdulillah hanya itu di kecamatan Kramatmulya menjadi skala prioritas kita. Secara umum dalam kondisi yang baik,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa, tahun ini dari DAK Rp. 17,9 milyar diperuntukkan untuk 18 SMP dengan sistem kebijakan pusat itu harus tuntas.
“Kenapa nominal besar, penerima sedikit itu dengan kebijakan pusat sistem tuntas. Artinya, tingkat kerusakan di 18 Sekolah harus dituntaskan dan diperbaiki semua,” jelasnya.
Sementara, kalau dulu itu dengan sistem parsial. Pengajuan misal lima, namun disetujuinya hanya 2. Maka, kebutuhan tahun ini 18 sekolah itu merupakan kebutuhan yang ready.
Untuk Tahun 2022 mendatang, Abidin menerangkan bahwa pihaknya mengajukan DAK di angka Rp. 30 Milyar dan ajuan tersebut secara nominal sudah ada respon baik dari Kemendikbud RI.
“Mudah-mudahan tidak ada perubahan kita di angkat Rp. 30 miliyar, artinya ada progres yang sangat baik untuk perbaikan-perbaikan sarana prasarana sekolah,” terangnya.
Kedepan, pihaknya berharap dinas pendidikan selalu berkomitmen untuk memberikan sebuah layanan pendidikan yang paripurna.
“Baik itu, dari sisi sarana prasarana, sistem layanan pembelajaran pendidikan, inovasi pembelajaran, digitalisasi sekolah. Maka dengan koordinasi bersama semua pihak untuk mewujudkan itu kami bekerjasama dengan kementerian Kominfo dalam melaku metode pembelajaran melalui video,” pungkasnya. (OM)









