Abah Udin yang Pernah Viral Tinggal di Kuburan, Kini Punya Tempat Berteduh Berkat Yayasan CSK

Sosial66 views

KUNINGAN ONLINE – Kisah pilu Zaenudin (65) alias Abah Udin, warga Desa Mekarjaya Kecamatan Ciawigebang yang sempat viral karena hidup dan tidur di area kuburan, perlahan mulai berubah.

Setelah bertahun-tahun bertahan hidup di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rama Buyut Mekarjaya, kini Abah Udin akhirnya memiliki tempat sederhana untuk bernaung.

Iklan

Sebelumnya, Abah Udin hidup seorang diri di area makam setelah berpisah dengan istrinya. Dengan kondisi fisik yang renta dan penglihatan terganggu akibat katarak, ia mengandalkan belas kasih warga serta peziarah makam untuk bertahan hidup. Malam hari, Abah Udin biasa tidur di saung terbuka tanpa perlindungan memadai dari hujan maupun angin.

Namun kondisi itu kini berubah setelah Yayasan Cancer Support Kuningan (CSK) tergerak membantu. Bersama aparat setempat, yayasan tersebut membangun sebuah rumah kecil berukuran 3×3 meter di sekitar area pemakaman, di atas tanah milik warga yang dipinjamkan.

Iklan

Meski sederhana, bangunan itu ditata dengan layak. Lantainya sudah berkeramik dan dilengkapi kasur serta lemari. Selain itu, Abah Udin juga bisa memanfaatkan fasilitas toilet dan listrik yang sebelumnya sudah tersedia di area pemakaman.

Saat dikunjungi tim Yayasan CSK pada Rabu (6/5/2026), Abah Udin tampak bahagia dan berkali-kali mengucapkan rasa syukur atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah abdi didamelkeun rompok ieu, ka bapa yayasan ka ibu yayasan mugi sarehat sadayana, dilipatgandakan rezekina barokahna,” ucap Abah Udin haru.

Kini aktivitas sehari-harinya tak jauh dari sekitar makam. Sesekali ia berjalan ke mushala untuk menunaikan salat, namun sebagian besar waktunya dihabiskan di sekitar tempat tinggal barunya.

Ketua Yayasan CSK, Sari Maryati, bersama Nining Suparman, Refsy Remas Nurharbi dan tim, tidak hanya datang menjenguk. Mereka juga membawa bantuan kebutuhan sehari-hari dan menghibur Abah Udin agar tetap semangat menjalani hidup.

Dalam perbincangan itu, Abah Udin kembali menceritakan perjalanan hidupnya yang sempat terlunta-lunta. Ia pernah tinggal di mushala, namun tidak diperbolehkan menetap terlalu lama. Kondisi kesehatannya yang terus menurun membuatnya kini sulit berjalan jauh.

“Alhamdulillah nya bah, tos hnteu kahujanan teu kaanginan. Kasurna sae, kaseer ibadah abahna,” ujar Sari Maryati sambil memberi semangat dan doa untuk Abah Udin.

Kisah Abah Udin menjadi pengingat bahwa kepedulian kecil dari banyak orang dapat menghadirkan harapan baru bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. (OM)