Terharu Melihat Semangat Hana, Kabid SD Disdikbud Kuningan Berikan Bantuan Kursi Roda

Pendidikan, Sosial111 views

KUNINGAN ONLINE – Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat Hana, siswi kelas 3 SDN 2 Kertawinangun, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, untuk terus bersekolah dan belajar mandiri. Di tengah ujian hidup yang berat setelah kehilangan sang ibu, Hana tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam menjalani hari-harinya.

Kisah Hana mengundang perhatian Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Surya, S.Pd., M.M. Tergerak oleh kondisi dan semangat Hana, Surya memberikan bantuan kursi roda serta santunan uang yang berasal dari keluarga besar almarhum ayahnya.

Iklan

Bantuan tersebut diserahkan pada Senin (2/11/2026), setelah Surya bertemu Hana secara tidak sengaja saat melakukan kunjungan ke SDN 2 Kertawinangun.

Dalam kunjungan itu, Surya mengetahui bahwa Hana setiap hari diantar neneknya ke sekolah. Ia juga mendapat informasi dari kepala sekolah bahwa Hana membutuhkan kursi roda baru karena alat bantu yang selama ini digunakan sudah mengalami kerusakan, bahkan patah pada pekan sebelumnya.

Iklan

“Ketika itu, kepala sekolah menyampaikan bahwa Hana membutuhkan kursi roda. Saya terus terang merasa prihatin, tetapi juga bangga. Di tengah keterbatasannya, Hana tetap semangat bersekolah dan ingin mandiri,” ungkap Surya.

Menurut Surya, semangat Hana menjadi hal yang sangat menyentuh hatinya. Meski memiliki keterbatasan fisik dan tidak memiliki kedua kaki, Hana tetap berusaha melakukan berbagai aktivitas secara mandiri, termasuk berpindah dari kursi roda tanpa bantuan orang lain.

“Alhamdulillah, hari ini saya bisa berbagi atas nama keluarga besar almarhum ayah saya. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bisa mendukung Hana untuk terus bersekolah,” tuturnya.

Di lingkungan sekolah, Hana juga mendapatkan perhatian dan dukungan dari para guru maupun teman-temannya. Pihak sekolah bahkan menyediakan meja belajar khusus yang disesuaikan dengan tinggi kursi roda agar Hana dapat menulis dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan nyaman.

Surya mengapresiasi kepedulian lingkungan sekolah terhadap Hana. Ia bersyukur karena teman-teman Hana memberikan dukungan positif dan tidak melakukan perundungan.

“Alhamdulillah, teman-temannya baik semua dan tidak pernah membully. Mereka justru membantu Hana. Saya juga berterima kasih kepada kepala sekolah yang sudah memberikan pelayanan dan perhatian luar biasa,” katanya.

Perjalanan hidup Hana semakin mengundang empati setelah diketahui bahwa ibunya meninggal dunia sekitar tiga bulan lalu. Saat ini, Hana tinggal bersama kakek dan neneknya. Sang nenek menjadi sosok yang setia merawat sekaligus mengantarkannya ke sekolah setiap hari.

Sementara itu, ayah Hana masih ada, tetapi tidak tinggal serumah. Hana juga memiliki seorang adik yang saat ini masih menempuh pendidikan di jenjang PAUD.

Tak hanya memberikan bantuan kursi roda, Surya juga berkomitmen mengupayakan dukungan pendidikan bagi Hana. Pihaknya akan terlebih dahulu mengecek status penerimaan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memastikan apakah Hana sudah mendapatkan bantuan tersebut.

“Nanti akan kita cek dulu, apakah Hana sudah mendapatkan PIP atau belum. Kalau belum, tentu akan kita upayakan. Anak dengan keterbatasan seperti Hana membutuhkan dukungan kita semua,” tegasnya.

Bagi Hana, kursi roda baru tersebut bukan sekadar alat bantu mobilitas. Bantuan itu menjadi bentuk perhatian dan kepedulian yang diharapkan dapat mempermudah langkahnya dalam menuntut ilmu.

Kisah Hana menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan dukungan keluarga, sekolah, pemerintah, dan lingkungan sekitar, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik. (OM)