Warak–BEM UBHI Gelar Waroeng Diskusi Kesehatan, Bahas Krisis Sistem Layanan

KUNINGAN ONLINE – Forum diskusi Waroeng Rakyat (Warak) berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bhakti Husada Indonesia (BEM UBHI) menggelar Waroeng Diskusi Kesehatan bertajuk “Krisis Kesehatan: Masalah Medis atau Kegagalan Sistem”, Sabtu (31/1/2026).

Berbeda dari diskusi publik pada umumnya, kegiatan ini dikemas melalui konsep Warak Goes to Campus, dengan melibatkan langsung mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan sebagai mitra strategis. Diskusi diikuti oleh unsur mahasiswa dan ormawa UBHI, sekaligus menjadi ruang dialog antara akademisi, pemerintah daerah, dan penyelenggara jaminan kesehatan.

Iklan

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam forum tersebut, di antaranya Wakil Rektor I UBHI Cecep Heriana, SKM., MPH., Ph.D, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr. H. Denny Mustafa, MKM, serta Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Kuningan Apt. Retna Wahyuni, S.F., M.M.

Dalam paparannya, dr. Denny Mustafa mengungkapkan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya dinonaktifkan masih memungkinkan untuk direaktivasi, khususnya bagi masyarakat yang menderita penyakit kronis.

Iklan

“Untuk masyarakat yang mengidap penyakit kronis, kepesertaan BPJS-nya bisa diaktifkan kembali,” ujar Denny.

Ia menjelaskan, kebijakan reaktivasi BPJS tersebut merupakan arahan langsung Bupati Kuningan yang disampaikan dalam kegiatan retret Kepala Puskesmas beberapa waktu lalu.

Saat ini, lanjutnya, puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan tengah melakukan proses tracing untuk mendata warga yang memenuhi kriteria reaktivasi kepesertaan BPJS.

Diskusi ini diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa dan masyarakat bahwa persoalan kesehatan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga erat kaitannya dengan sistem, kebijakan, dan tata kelola layanan kesehatan. (OM)