Wabup Kuningan, Ajak Mahasiswa Kembangkan Tanaman Obat Tradisional

Informasi, Pendidikan3,933 views

CIGUGUR (KO) – Kabupaten Kuningan memiliki lima jenis tanaman yang dapat digunakan untuk obat seperti Laja/Laos, Kunyit, kapolaga, Jahe, dan Kencur.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kuningan, M. Ridho Suganda saat jadi pemateri dalam Kuliah Umum dan Stadium General Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Kuningan, Senin (28/2/2022).

Iklan

“Mahasiswa program studi Farmasi harus turut andil dalam mengembangkan jenis tanaman obat lainnya untuk kebutuhan kesehatan,” ungkap Wakil Bupati Ridho.

Ridho yang disapa Edo, menerangkan dalam mewujudkan Misi Kabupaten Kuningan yaitu ‘Mewujudkan Manajeman Kesehatan yang Merata dan Mewujudkan Pembangunan Kawasan Pedesaan Berbasisi Pertanian dan Potensi Loka’.

Iklan

Ia mengajak, dan mendorong mahasiswa program studi Farmasi untuk mengembangkan tanaman obat tradisional. Ada banyak jenis tanaman obat yang dapat dikembangkan di Kabupaten Kuningan.

“Tanaman obat di negeri kita ini sangat melimpah, kita kaya potensi ini. Saya atas nama pemerintah daerah dan pribadi, siap mendorong pengembangan tanaman obat yang akan dilakukan mahasiswa farmasi STIKES Muhammadiyah,” ujarnya.

“Sekaligus bantu kami, mengajak masyarakat untuk mengembangkan Toga (tanaman obat keluarga) dengan menanam tanaman obat di area rumahnya masing-masing. Selain memiliki manfaat untuk kesehatan, Toga juga memilki nilai ekonomi bagi masyarakat,” sambungnya.

Pengembangan tanaman obat, Edo mengatakan, merupakan langkah yang sangat strategis dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, terutama dimasa pandemi Covid-19.

Karena menurutnya, saat ini masyarakat lebih memilih mengkonsumsi obat tradisional atau herbal, dibandingkan obat-obatan berbahan dasar kimia.

“Trend masyarakat saat ini adalah kembali ke alam atau back to nature, sehingga mereka lebih tertarik mengkonsumsi obat-obatan tradisional dan herbal. Masyarakat menilai obat tradisonal atau herbal lebih aman dan murah,” tuturnya.

Selanjutnya Edo berharap, mahasiswa Prodi Farmasi STIKES Muhammadiyah Kuningan dapat berperan dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan tanaman obat, dalam upaya meningkatkan potensi sumber daya daerah dan derajat kesehatan masyarakat.

“Sehingga akan memiliki manfaat kesehatan, juga akan memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kuliah umum yang diikuti mahasiswa Prodi S-1 dan D-III Farmasi itu, juga dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jabar Dadang Syarifudin, dan para dosen di lingkungan kampus setempat. (OM)