Usung Motto “Sekolah Kecil, Prestasi Besar”, SDN 11 Kuningan Fokus Kembangkan Pembelajaran Digital

Pendidikan172 views

KUNINGAN ONLINE — Kendati berada di sudut kota dan memiliki jumlah peserta didik yang relatif sedikit, SD Negeri 11 Kuningan terus berbenah untuk menunjukkan potensi yang dimilikinya. Dengan jumlah sekitar 80 siswa, sekolah tersebut kini mengusung semangat “Sekolah Kecil, Prestasi Besar” sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas dan daya saing sekolah.

Di bawah kepemimpinan Kepala SDN 11 Kuningan, Dewi Setiani, S.Pd.I., yang baru menjabat sekitar dua bulan, pengembangan sekolah diarahkan pada penguatan karakter peserta didik sekaligus pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Iklan

Salah satu pijakan pengembangan tersebut adalah program Pesona SD dari Dinas Pendidikan. Program ini dinilai memberikan arah bagi sekolah dalam menentukan program prioritas dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Pesona SD ini sangat membantu kami. Bagi kepala sekolah baru, kadang bingung mau melangkah ke mana. Namun dengan adanya program ini, kami dan para guru jadi lebih terfokus untuk memajukan sekolah,” ujar Dewi saat ditemui di sekolahnya, Kamis (17/9/2026).

Iklan

Salah satu fokus yang tengah dikembangkan adalah digitalisasi sekolah. Posisi sekolah yang berada di kawasan pusat kota menjadi salah satu potensi yang ingin dimanfaatkan. Terlebih, SDN 11 memiliki guru-guru yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi serta motivasi untuk terus belajar dan berinovasi.

Penguatan digitalisasi tersebut tidak hanya diarahkan pada penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga pada kemampuan guru menghasilkan media pembelajaran yang lebih menarik dan dapat dimanfaatkan langsung oleh siswa.

Upaya itu mulai diwujudkan melalui Kelompok Belajar (Kombel) Gema 11, yang merupakan akronim dari Gerakan Edukasi Menuju Aksi SDN 11.

Kombel Gema 11 baru berjalan sekitar dua minggu dan dilaksanakan secara rutin setiap pekan. Forum tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk saling belajar, berbagi pengetahuan, sekaligus mempraktikkan pembuatan media pembelajaran berbasis digital.

“Gema 11 itu Gerakan Edukasi Menuju Aksi SDN 11. Jadi guru-guru belajar bersama, kemudian hasilnya diharapkan bisa digunakan dan dirasakan langsung oleh anak-anak,” jelas Dewi.

Dalam tahap awal, guru mulai berlatih membuat media pembelajaran digital, termasuk kuis interaktif yang dapat digunakan untuk menunjang tugas atau pekerjaan rumah siswa. Ke depan, pengembangan diarahkan pada pembuatan video edukatif, peningkatan kemampuan penggunaan komputer bagi siswa, hingga pengembangan permainan edukasi.

Menurut Dewi, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak berhenti pada kemampuan guru mengoperasikan perangkat digital. Lebih jauh, teknologi ingin dijadikan sarana untuk membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Selain digitalisasi, SDN 11 Kuningan juga mempertahankan komitmennya terhadap program Sekolah Adiwiyata. Pengembangan lingkungan sekolah diarahkan melalui penghijauan area depan, penataan taman, serta pemanfaatan lahan belakang sekolah sebagai mini garden atau kebun edukasi.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Penguatan karakter siswa juga tetap menjadi bagian penting dari keseharian sekolah. Berbagai pembiasaan dilakukan melalui kegiatan yang terjadwal, mulai dari penguatan nasionalisme dan kebiasaan baik pada Senin, kegiatan literasi dan numerasi pada Selasa, aktivitas kesehatan dan kepedulian lingkungan pada Rabu, pembiasaan budaya Sunda pada Kamis, hingga kegiatan keagamaan dan berbagi pada Jumat.

Di bidang keagamaan, sekolah juga menjalankan program Ngaber (Ngaji Berkah) setiap Senin, Selasa, dan Kamis sore. Program ini ditujukan untuk memberikan pendampingan membaca Al-Qur’an dan Iqra bagi siswa yang membutuhkan bimbingan tambahan.

Dengan jumlah peserta didik sekitar 80 orang, Dewi melihat ukuran sekolah bukan sebagai keterbatasan, melainkan sebagai peluang untuk membangun pembinaan yang lebih dekat antara guru dan siswa.

Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam motto “Sekolah Kecil, Prestasi Besar”. Melalui penguatan digitalisasi, peningkatan kompetensi guru melalui Kombel Gema 11, pembentukan karakter, serta pengembangan lingkungan sekolah, SDN 11 Kuningan ingin menunjukkan bahwa sekolah dengan jumlah siswa yang tidak besar tetap memiliki ruang untuk berkembang dan berprestasi.

“Harapan saya, SDN 11 ini mampu bersaing dengan sekolah-sekolah besar lainnya. Walaupun sekolah kecil, kita harus bisa meraih prestasi yang besar,” pungkas Dewi. (OM)