Toto Tohari : Saya Bertanggungjawab Memperbaiki Meja

Insiden, Politik2,034 views

KUNINGAN ONLINE – Aksi membanting meja hingga kaca pecah pada saat Rapat paripurna internal perubahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten, Rabu (6/4) yang dilakukan oleh Ketua Fraksi Gerindra Bintang, Toto Tohari.

Politisi asal partai Gerindra itu, Jumat (8/4) menunjukkan kepada awak media bahwa Meja yang ia bantingkan tidak terjadi kerusakan, hanya kacanya saja yang pecah.

Iklan

“Saya bertanggungjawab dan sekarang meja rapat sudah bebentuk seperti semula kembali. Mudah-mudahan dinamika politik di Kuningan betul-betul berjalan dengan demokrasi yang sebenar-benarnya,” ucap Toto saat menunjukkan meja yang sudah rapih kembali.

Disinggung apakah perbaikan meja dari sekretariat, Toto menyebutkan bahwa perbaikan meja merupakan dana pribadi.

Iklan

Pihaknya pas kejadian, menanyakan apakah mejanya rusak. Namun, hanya kacanya saja yang pecah.

“Jadi, jangankan kaca yang mecah, kalaupun misalnya meja rusakpun saya akan bertanggungjawab dan ini dari uang pribadi bukan dari sekretariat DPRD,” ujarnya.

Perbaikan meja sendiri itu waktu hari Kamis, karena itu merupakan tanggungjawab moral, ini semacam insiden.

“Iya itu tanggungjawab moral saya, karena terjadinya insiden. Sebenernya itu diluar nalar saya mungkin karena kekecewaan saya tidak diberikan ruang untuk adu argumentasi,” imbuhnya.

“Alasannya apa yang menjadi pertanyaan saya memang disitu tidak one man one vote, tapi di pasal 1 ayat 37 bahwa Badan Kehormatan (BK) di pilih oleh anggota dewan yang hadir dalam sidang paripurna,” sambungnya.

Iklan

Akan tetapi, pada waktu itu pihaknya spontanitas dan menyampaikan permohonan maaf. “Dan secara pribadi saya tidak ego, ketika saya salah iya sampaikan,” ujarnya.

“Kekecewaan saya tidak didengar oleh pimpinan sidang, ya otomatis ada hak, dan saya juga membela Anggota. Karena apapun bentuknya kalau memang berbicara di tata tertib Fraksi Gerindra mengusulkan satu orang di BK itu sesuai mekanisme dan itu ditata tertib tidak ada paket-paketnya,” tambah Toto.

Namun pada kenyataannya, Toto mengatakan, enam Fraksi mempertahankan dengan sistem Paket yakni memilih 5 orang.

“Apakah sudah dibutakan oleh politik, dibutakan oleh demokrasi. Bagi saya benar katakan benar, A katakan A. Jiwa politik ya harus seperti itu,” tegas Toto.

Saat ditanya apakah ada settingan, Toto mengaku tidak ada. Karena, dirinya sebagai Ketua fraksi.

“Setting buat apa di setting-setting. Spontanitas, kalau hak nuntut saya sebagai ketua fraksi menyampaikan kepada anggota fraksi jangan masuk ke ruang komisi. Itu kan perintah saya, dan waktu disitu saya membela Anggota dong. Di situ di tatib harus ada,” ucapnya.

Pihaknya juga mempersilahkan kepada masyarakat menilai apakah salah atau benar. Tapi Toto menegaskan bahwa Ia ingin memperjuangkan dan membesarkan demokrasi di Kuningan

“Silahkan masyarakat menilai jiwa saya salah atau benar, tapi saya ingin memperjuangkan dan membesarkan demokrasi di kabupaten Kuningan mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (OM)