Tak Terima Organisasi Diklaim Dukung Calon Bupati, KTNA Tegaskan Sikap Netral dalam Pilkada Kuningan

Politik, Sosial2,066 views

KUNINGAN ONLINE – Pengurus organisasi Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kuningan menegaskan sikap netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kuningan.

Hal itu dikarenakan pada 27 Juni 2024, saat kegiatan silahturahmi bersama Calon Bupati H Kamdan terperangkap dalam deklarasi dukungan.

Iklan

Menurut Pengurus KTNA Kuningan, Aryani, menegaskan bahwa organisasi mereka tidak mendukung secara resmi kandidat manapun dalam pemilihan kepala daerah.

Dalam klarifikasinya, Aryani menyatakan bahwa KTNA sebagai organisasi memiliki moto “tidak kemana-mana tapi ada di mana-mana”.

Iklan

“Jadi kami sampaikan meskipun anggota boleh berpartisipasi secara individu, KTNA sebagai organisasi tidak dapat secara formal memberikan dukungan kepada kandidat manapun,” tegasnya.

Aryani pun mengatakan, bahwa KTNA telah diakui sebagai organisasi formal yang berbadan hukum dengan izin dari Kementerian Hukum dan HAM, sehingga tidak mungkin untuk memberikan dukungan resmi secara organisasi.

“KTNA tidak bisa secara individual atau organisasi melakukan dukungan kepada siapapun,” kata Aryani.

Ditempat yang sama Ketua KTNA Oyo Sukarya menekankan bahwa KTNA menyambut baik calon anggota, calon bupati, wakil bupati, kepala daerah, atau gubernur yang ingin berdiskusi tentang masalah pertanian.

Ia menyebutkan bahwa dirinya secara pribadi mengenal beberapa calon, seperti Rana, Dede Ismail, dan Alfan. Namun, ia menekankan bahwa hubungan pribadi tidak berarti dukungan organisasi.

“Pada H-3 sebelum pertemuan, kami bertemu dengan salah satu calon bupati di Ciremai Land dan saya sampaikan bahwa KTNA tidak bisa mendukung secara resmi, tetapi individu atau tokoh-tokoh tani dipersilakan untuk memberikan dukungan pribadi,” jelas Oyo.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada acara silaturahmi yang dihadiri beberapa anggota KTNA, terjadi deklarasi yang tidak disetujui secara resmi oleh KTNA.

Dalam keterangannya, Oyo kembali menegaskan bahwa KTNA tidak bisa mendukung secara utuh, tetapi individu-individu dipersilakan memberikan dukungan pribadi.

“KTNA siapapun nanti yang diberikan takdir oleh Allah untuk menjadi pemimpin adalah rekan KTNA, namun secara organisatoris tidak bisa mendukung secara langsung,” tegas Oyo.

Oyo meminta klarifikasi agar nama baik organisasi tidak tercemar dan menekankan pentingnya etika organisasi.

“Kami harap semua calon bupati dan wakil bupati memahami bahwa KTNA secara organisasi tidak mendukung siapapun, tetapi individu boleh mendukung siapapun,” tuturnya.

Ia juga berharap bahwa hal ini menjadi perhatian untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan.

Sebagai penutup, Oyi menyatakan bahwa KTNA akan terus berusaha menjalankan pertemuan bulanan meskipun dengan keterbatasan dana.

“Kami tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas kami demi kemajuan KTNA,” pungkasnya. (OM)