SDN 1 Lebakwangi Wakili Polres Kuningan dalam Lomba Pocil Polda Jabar, Fokus Bentuk Karakter Siswa

Pendidikan352 views

KUNINGAN ONLINE – SDN 1 Lebakwangi kembali dipercaya mewakili Polres Kuningan dalam ajang Polisi Cilik (Pocil) tingkat Polda Jawa Barat. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk karakter siswa melalui kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama.

Kepala SDN 1 Lebakwangi, Haris Fadillah, mengatakan, pembinaan Pocil di sekolahnya tidak terlepas dari kegiatan Paskibra yang lebih dahulu dikembangkan di lingkungan sekolah.

Iklan

Menurut Haris, pengalaman dan nilai-nilai yang diperolehnya dari Paskibra turut mendorongnya untuk membangun kegiatan serupa bagi para siswa. Ia menilai kedisiplinan dan rasa tanggung jawab perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar.

“Paskibra itu dididik tentang kedisiplinan luar biasa. Kedisiplinan, tertib waktu, harus sekompak, harus serempak, itu akan mengakar pada anak itu sendiri,” ujar Haris saat ditemui di kantornya, Kamis (10/9/2026).

Iklan

Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu cara sekolah menghadapi berbagai perubahan perilaku anak di era digital. Penggunaan telepon seluler dan media sosial dinilai turut memengaruhi pola pikir serta kebiasaan siswa.

Iklan

Namun, Haris menegaskan bahwa pihak sekolah tidak memaksakan siswa untuk mengikuti Paskibra maupun Pocil. Kegiatan tersebut tetap menjadi bagian dari ekstrakurikuler dan diikuti berdasarkan minat siswa.

Dampak positif pun mulai dirasakan. Haris menyebut, para orang tua memberikan respons positif karena melihat adanya perubahan dalam kebiasaan anak setelah mengikuti latihan.

Anak-anak yang sebelumnya memiliki kebiasaan kurang disiplin, termasuk sering begadang untuk bermain telepon seluler, secara perlahan menjadi lebih tertib setelah mengikuti latihan secara rutin.

“Kenapa direspons orang tua dan positif? Karena ada peningkatan dari kualitas anak-anak itu sendiri,” katanya.

Dilatih Selama Hampir Tiga Bulan

Untuk menghadapi lomba Pocil tingkat Polda Jawa Barat, SDN 1 Lebakwangi menyiapkan 31 siswa sebagai peserta dan satu siswa sebagai cadangan. Dengan demikian, total terdapat 32 siswa yang terlibat dalam persiapan.

Para siswa tersebut berasal dari kelas 4, 5, dan 6. Mereka telah menjalani pembinaan selama hampir tiga bulan.

Dalam latihan Pocil, siswa tidak hanya dibekali kemampuan baris-berbaris dan kekompakan. Mereka juga mendapatkan pengetahuan mengenai lalu lintas, termasuk gerakan-gerakan pengaturan lalu lintas serta pengenalan rambu-rambu.

Haris menjelaskan, gerakan pengaturan lalu lintas menjadi salah satu bagian wajib dalam perlombaan Pocil. Unsur tersebut turut menjadi bagian dari penilaian dalam kompetisi.

Empat Kali Ikut Kompetisi

Keikutsertaan SDN 1 Lebakwangi dalam ajang Pocil tingkat Polda Jawa Barat bukanlah yang pertama. Di bawah kepemimpinan Haris, sekolah tersebut telah mengikuti kompetisi Pocil sebanyak empat kali.

Pada penampilan sebelumnya, SDN 1 Lebakwangi pernah berhasil masuk 10 besar. Sementara pada keikutsertaan ketiga, sekolah tersebut mampu menembus lima besar dan membawa pulang piala.

Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk kembali memberikan penampilan terbaik pada kompetisi kali ini.

Haris berharap para siswa tidak hanya mengejar prestasi dalam perlombaan, tetapi juga mendapatkan manfaat yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari.

Targetkan Generasi Disiplin dan Berjiwa Pemimpin

Bagi Haris, Pocil bukan sekadar kegiatan untuk mengikuti perlombaan. Program tersebut merupakan salah satu sarana pendidikan karakter yang diharapkan memberikan bekal bagi siswa ketika mereka kelak terjun ke masyarakat.

Ia berharap para peserta Pocil dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki jiwa patriotisme, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan kepemimpinan.

“Ketika di masyarakat, ditanya bukan masalah pelajaran, tapi karakter,” ungkapnya.

Menurut Haris, kemampuan akademik memang penting. Namun, kecerdasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan karakter yang baik.

“Setidaknya kami ingin memberikan sesuatu pada negeri ini melalui anak-anak kami lewat Paskibra ini, anak-anak yang bisa hidup mandiri, berjiwa kepemimpinan, berdisiplin tinggi, ketika mereka berada di sekolah maupun di masyarakat,” pungkasnya. (OM)