JAKARTA – Kapoksi Gerindra Komisi XII DPR RI, H. Rokhmat Ardiyan, menyoroti masih rendahnya capaian kinerja pengelolaan sampah di Indonesia. Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Berdasarkan data capaian kinerja Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Tahun 2025, Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah baru mencapai 18,8 poin atau sekitar 32,41 persen dari target yang ditetapkan sebesar 58 poin.
Capaian tersebut menjadi yang terendah dibandingkan indikator kinerja utama lainnya di lingkungan KLH/BPLH. Kondisi itu menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menghadapi tantangan besar, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Di sisi lain, sejumlah indikator lingkungan hidup justru mencatat hasil positif. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup berhasil mencapai 78,58 poin atau 102,73 persen dari target 76,49 poin. Sementara itu, penurunan emisi gas rumah kaca dari lima sektor dalam Nationally Determined Contribution (NDC) mencapai 34,94 persen, melampaui target sebesar 26,67 persen.
Rokhmat Ardiyan berharap capaian positif tersebut dapat menjadi motivasi untuk mempercepat pembenahan sektor pengelolaan sampah. Ia menilai pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong pemerintah daerah lebih inovatif, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola sampah.
“Keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat agar persoalan ini dapat diselesaikan secara menyeluruh,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, pengelolaan sampah seharusnya tidak hanya berfokus pada penanganan di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi dimulai sejak dari sumbernya melalui upaya pengurangan, pemilahan, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya melalui pengurangan dan pemilahan, bukan hanya berfokus pada penanganan di tempat pembuangan akhir,” tegasnya.
Menurut Rokhmat, pengelolaan sampah yang baik bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, kenyamanan hidup, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga target nasional dalam pengelolaan sampah dapat tercapai secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun kelestarian lingkungan. (OM)









