Reses III di Ponpes Miftahul Falah, Arief Maoshul Affandy Tampung Aspirasi Masyarakat dan Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Politik, Sosial73 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PPP, H. Arief Maoshul Affandy, melaksanakan kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Pondok Pesantren Miftahul Falah, Desa Cilowa, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat provinsi.

Iklan

Reses yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, pengurus pondok pesantren, pemuda, kelompok tani, pelaku UMKM, serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Berbagai isu strategis mengemuka dalam dialog yang berlangsung terbuka, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sektor pertanian, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, hingga dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan dan pondok pesantren.

Iklan

Dalam sambutannya, Arief Maoshul Affandy menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas konstitusional anggota legislatif untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan masyarakat sekaligus memastikan setiap aspirasi warga dapat diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Reses adalah kesempatan yang sangat penting bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan warga di lapangan akan menjadi bahan perjuangan kami di DPRD Jawa Barat. Dengan turun langsung seperti ini, kami dapat mengetahui persoalan yang sesungguhnya dihadapi masyarakat dan mencari solusi yang tepat sesuai kewenangan pemerintah provinsi,” ujar Arief, Sabtu (13/6/2026).

Arief yang juga merupakan anggota Komisi II DPRD Jawa Barat menjelaskan bahwa komisi yang ditempatinya memiliki ruang lingkup kerja yang sangat luas dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Komisi II membidangi sektor perekonomian yang meliputi perdagangan dan perindustrian, wilayah kelautan daerah, konservasi alam, ketahanan pangan, pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, logistik, koperasi dan usaha kecil, pariwisata, serta perlindungan konsumen,” jelasnya.

Menurut Arief, sektor-sektor tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, berbagai aspirasi yang berkaitan dengan pengembangan usaha mikro, peningkatan produktivitas pertanian, penguatan koperasi, hingga pengembangan potensi wisata daerah menjadi perhatian serius yang akan diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD.

“Sebagian besar masyarakat Kuningan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, perdagangan, dan usaha kecil. Karena itu, berbagai masukan terkait peningkatan hasil pertanian, akses permodalan UMKM, penguatan koperasi, serta pengembangan potensi ekonomi lokal menjadi sangat penting. Ini akan kami bawa dan perjuangkan agar mendapat perhatian dalam program-program pemerintah provinsi,” katanya.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan harapan agar pemerintah lebih memperhatikan pembangunan sarana dan prasarana penunjang aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk akses jalan menuju sentra pertanian, bantuan bagi kelompok tani, dukungan bagi pelaku UMKM, serta program pemberdayaan ekonomi bagi generasi muda.

Selain itu, keberadaan Pondok Pesantren Miftahul Falah sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Desa Cilowa juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pesantren sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.

Arief menilai pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan daerah, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pesantren memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berdaya saing. Karena itu, keberadaan pesantren perlu terus diperkuat, termasuk melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan sarana pendidikan yang memadai,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Falah, KH Aman Syamsul Falah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Arief Maoshul Affandy yang telah meluangkan waktu untuk bertemu dan berdialog secara langsung dengan masyarakat.

Menurut KH Aman, kegiatan reses yang dilaksanakan di lingkungan pesantren menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat, khususnya kalangan pesantren, masih mendapat perhatian dari para wakil rakyat.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Bapak H. Arief Maoshul Affandy di Pondok Pesantren Miftahul Falah. Kegiatan seperti ini sangat penting karena masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung. Kami berharap berbagai usulan yang disampaikan warga, termasuk kebutuhan pengembangan pesantren dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dapat diperjuangkan sehingga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

KH Aman menambahkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah sekaligus mendorong lahirnya kemandirian ekonomi umat. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap pesantren menjadi bagian penting dalam upaya membangun masyarakat yang maju dan sejahtera.

“Pesantren tidak hanya mendidik santri dalam ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Kami berharap sinergi antara pemerintah, legislatif, dan pesantren terus diperkuat sehingga program-program pembangunan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara masyarakat, pemerintah, pesantren, dan lembaga legislatif dalam mewujudkan pembangunan yang merata, memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung kemajuan sektor pendidikan dan keagamaan di Kabupaten Kuningan. (OM)