Ratusan Siswa Penerima PIP dari 76 Sekolah Berebut Tiket Semifinal CSC 2026, Peluang Beasiswa Menanti

Pendidikan137 views

KUNINGAN ONLINE – Sebanyak 76 sekolah tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Kuningan ambil bagian dalam babak penyisihan Ciremai Smart Competition (CSC) 2026 yang digelar Waroeng Rakyat bersama Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kuningan-Yogyakarta (IKA IPMK-YK), Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di GOR H. Tjetje Priatna, SMK Pertiwi Kuningan tersebut menjadi ajang adu kemampuan akademik sekaligus membuka peluang beasiswa bagi para pelajar, khususnya siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dari keluarga kurang mampu.

Iklan

Mengusung tema “Membuktikan Kemampuan, Menyalakan Harapan”, CSC 2026 hadir sebagai ruang kompetisi pendidikan yang inklusif. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu menunjukkan potensi terbaik, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperoleh kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Babak penyisihan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn. Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, serta jajaran panelis CSC 2026.

Iklan

Dalam sambutannya, Tuti Andriani mengapresiasi penyelenggaraan CSC 2026 sebagai bentuk kolaborasi positif dalam mendorong pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh kalangan.

Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Pelajar penerima PIP harus mendapatkan pengajaran dan kesempatan yang sama. Prestasi peserta CSC perlu didorong agar mereka memiliki akses beasiswa ke jenjang pendidikan lanjutan, bahkan hingga perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana CSC 2026, Reza Amarulloh, mengatakan antusiasme sekolah terhadap kompetisi tersebut cukup tinggi. Hingga pendaftaran ditutup, sebanyak 76 sekolah telah mengikuti proses verifikasi dan mengirimkan delegasi terbaiknya untuk bertanding di babak penyisihan.

Ia berharap CSC tidak hanya menjadi kompetisi akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang percaya diri dan memiliki semangat untuk terus mengejar cita-cita.

Senada dengan itu, Sekretaris Pelaksana, Angga Dikrillah, menyebut CSC 2026 diharapkan menjadi pelopor kompetisi pendidikan yang inklusif di Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, pelibatan khusus siswa penerima PIP menjadi nilai penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Sebab, pelajar dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi juga membutuhkan ruang, kesempatan, dan apresiasi untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Dukungan terhadap masa depan pendidikan peserta juga diberikan oleh SMK Pertiwi Kuningan sebagai tuan rumah kegiatan. Kepala SMK Pertiwi Kuningan, Dea Ariana Pamitrianto, mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan kuota beasiswa hingga 20 persen bagi siswa dari keluarga kurang mampu, yatim, maupun mereka yang memiliki prestasi.

Sertifikat penghargaan CSC nantinya dapat menjadi salah satu dokumen pendukung dalam proses seleksi beasiswa tersebut.

Tidak hanya di bidang akademik, SMK Pertiwi Kuningan juga memberikan apresiasi dan kesempatan khusus bagi calon peserta didik yang memiliki prestasi di bidang olahraga, seni, maupun kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Berdasarkan hasil babak penyisihan, sebanyak 10 sekolah berhasil mengamankan tiket menuju babak semifinal dan final CSC 2026.

Kesepuluh sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1 Cilimus, SMP Negeri 3 Kuningan, SMP Negeri 1 Ciawigebang, SMP Negeri 7 Kuningan, SMP Negeri 1 Cibeureum, SMP Negeri 2 Cimahi, SMP Binaul Ummah, SMP Negeri 2 Ciwaru, SMP Negeri 1 Darma, dan SMP Negeri 2 Ciawigebang.

Para peserta dari sekolah yang lolos akan kembali berkompetisi pada babak semifinal dan final yang dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2026.

Melalui CSC 2026, Waroeng Rakyat dan IKA IPMK-YK berharap semakin banyak pelajar berprestasi yang memperoleh kesempatan setara untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Melalui Ciremai Smart Competition 2026, kami berharap lahir lebih banyak pelajar berprestasi yang memiliki kesempatan setara untuk meraih masa depan. Sebab, keterbatasan ekonomi semestinya bukan batas bagi mimpi dan kemampuan seorang anak untuk melangkah lebih jauh,” tutup Reza, diamini Angga. (OM)