Puting Beliung Rusak 17 Rumah di Buniasih, Wabup Tuti Pastikan Korban Dapat Penanganan

Sosial81 views

KUNINGAN ONLINE – Bencana angin puting beliung yang menerjang Desa Buniasih, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, pada Kamis (29/10/2026), menyisakan duka bagi warga terdampak. Sedikitnya 17 rumah mengalami kerusakan, bahkan dua di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, turun langsung meninjau lokasi bencana pada Sabtu (31/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Tuti melihat kondisi rumah warga yang rusak sekaligus mendengarkan keluhan dan kebutuhan para korban.

Iklan

Salah satu rumah yang menjadi perhatian serius adalah milik Dede. Bangunan tersebut mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap dan jendela. Terjangan angin kencang menyebabkan sejumlah genteng dan asbes beterbangan, sementara beberapa bagian jendela terlepas.

Kepala Desa Buniasih, Carka Abdul Halim, mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan sementara, terdapat 17 rumah warga yang terdampak. Mayoritas mengalami kerusakan ringan, sedangkan dua rumah mengalami kerusakan berat.

Iklan

“Alhamdulillah, berkat kerja sama warga, sebagian kerusakan sudah bisa diperbaiki. Genteng yang berjatuhan dan atap asbes yang rusak sudah mulai ditangani. Namun, rumah Pak Dede ini menjadi salah satu yang paling parah kerusakannya,” ungkap Carka.

Ia menjelaskan, posisi sejumlah rumah yang berada di kawasan persawahan diduga membuat bangunan lebih rentan diterjang angin kencang karena minimnya penghalang di sekitar permukiman.

Carka juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Wakil Bupati Kuningan yang berkenan datang langsung melihat kondisi warganya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Wabup yang sudah meninjau langsung lokasi bencana. Mudah-mudahan kehadiran beliau membawa manfaat dan keberkahan, serta masyarakat kami yang sedang tertimpa musibah bisa mendapatkan bantuan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menegaskan bahwa rumah dengan kondisi kerusakan berat dan dinilai tidak lagi layak dihuni harus mendapatkan penanganan serius. Bahkan, opsi relokasi menjadi salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan demi menjamin keselamatan penghuninya.

Dalam kesempatan tersebut, Tuti juga meminta agar dokumen kependudukan, seperti KTP dan kartu keluarga, segera dipersiapkan guna mendukung proses penanganan serta kemungkinan relokasi warga terdampak.

“Kalau kondisinya sudah separah ini, rumahnya memang harus dipindahkan dan masuk dalam program relokasi. Kita harus memastikan keluarga ini bisa tinggal di tempat yang lebih aman dan layak,” ujar Tuti.

Menurut Tuti, kondisi keluarga yang menempati rumah tersebut sangat memprihatinkan. Bangunan itu dihuni oleh dua keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Tidak hanya kerusakan rumah, sejumlah kebutuhan dasar seperti tempat tidur, pakaian, hingga kompor juga membutuhkan perhatian.

“Ini sangat memprihatinkan. Bagaimana kesehatan anak-anak bisa terjaga kalau kondisi tempat tinggalnya seperti ini? Kita harus memikirkan keselamatan dan kesehatan mereka, bukan hanya memperbaiki bangunan,” tegasnya.

Tuti berharap proses penanganan pascabencana dapat segera dilakukan agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama berada dalam kondisi sulit. Ia juga mengharapkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat terus diperkuat, khususnya dalam membantu keluarga yang mengalami kerusakan rumah paling parah.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap masyarakat yang tertimpa bencana. Lebih dari sekadar meninjau kerusakan bangunan, kehadiran Wakil Bupati diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan, sehingga para korban dapat kembali menjalani kehidupan di lingkungan yang aman, sehat, dan layak. (OM)