Hingga Oktober, GPM di Kuningan Sudah Digelar di 68 Titik, Target 78 Titik hingga Akhir Tahun

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Ating Setiawan, menyampaikan bahwa hingga Oktober 2026, pelaksanaan GPM telah mencapai 68 titik. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 78 titik hingga akhir tahun.

Iklan

“Sampai bulan Oktober, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sudah mencapai 68 titik. Kami menargetkan sampai akhir tahun nanti bisa mencapai 78 titik, bahkan kemungkinan bisa bertambah karena menjelang natal dan tahun baru,” ujar Ating saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM dilakukan melalui berbagai kegiatan, baik dengan menyasar desa-desa maupun secara rutin setiap hari Minggu di kawasan Car Free Day (CFD). Kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia.

Iklan

Menurutnya, respons masyarakat terhadap program GPM cukup baik. Kehadiran pasar pangan murah dinilai membantu warga memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Alhamdulillah, responsif masyarakat cukup baik. Kegiatan ini diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.

Dengan capaian 68 titik hingga Oktober, pelaksanaan GPM di Kabupaten Kuningan masih akan berlanjut untuk mencapai target 78 titik hingga akhir tahun. Namun pada pelaksanaannya nanti target tersebut

Melalui kegiatan yang menjangkau desa-desa dan pusat aktivitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap akses masyarakat terhadap bahan pangan terjangkau semakin luas.

“Program ini juga diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah serta menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok,” paparnya.

Ating menjelaskan, selain memperluas pelaksanaan GPM, pemerintah daerah juga memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan di pasaran.

Berdasarkan data hari ini, Kamis (22/10/2026) di pasaran, Ating menyampaikan bahwa harga beras premium berada di kisaran Rp14.900 per kilogram.

Sementara itu, lanjutnya, beras dengan varietas khusus, seperti pandan wangi dan beras organik, memiliki harga yang bervariasi sesuai jenis dan kualitasnya.

“Untuk komoditas telur ayam ras, harga dilaporkan berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Adapun minyak goreng Minyakita tercatat sekitar Rp15.700 per liter. Sejumlah komoditas lain, termasuk cabai merah dan bawang putih, juga dilaporkan masih berada di bawah harga acuan pada saat pemantauan,” pungkasnya. (OM)