KUNINGAN ONLINE – Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dijalankan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Kuningan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN 2025 membawa dampak nyata bagi masyarakat pedesaan. Akses terhadap air bersih kini semakin mudah, bahkan langsung tersedia di depan rumah warga.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Kuningan, Handry Chalvian, S.T., M.Si., melalui Sub Koordinator Air Minum DPUTR, Didi Rosadi, S.E., S.T., M.M., yang juga menjabat sebagai Teknik Penyehatan Lingkungan Ahli Muda.
“Tahun ini kami berhasil melaksanakan program SPAM di 14 desa yang tersebar di berbagai kecamatan. Masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Didi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (29/7/2025).
Didi menjelaskan, program air minum tahun ini diprioritaskan untuk desa-desa dengan kategori stunting dan miskin ekstrem, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Namun, tidak semua desa yang membutuhkan dapat terakomodasi karena keterbatasan kuota bantuan.
“Tahun sebelumnya kami menyasar 13 desa, sekarang bertambah menjadi 14 desa. Namun masih banyak desa lain yang belum mendapat bantuan karena keterbatasan anggaran dan ketentuan teknis,” terangnya.
Dalam kondisi fiskal daerah yang terbatas, DPUTR terus berupaya menjalin komunikasi dan mengajukan usulan bantuan keuangan ke tingkat provinsi maupun pusat, agar cakupan program SPAM dapat diperluas.
“Kami berharap ke depan kriteria penerima manfaat bisa lebih fleksibel, sehingga desa-desa yang belum termasuk kategori stunting maupun miskin ekstrem pun tetap bisa mendapatkan akses air bersih,” harap Didi.
Program SPAM menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini mengalami kesulitan air bersih. (OM)





