KUNINGAN ONLINE – Perumda Aneka Usaha Kuningan terus mengembangkan program strategis berbasis ekonomi kerakyatan. Salah satu yang tengah dijalankan adalah pembangunan Rumah Sayur, sebagai pusat distribusi dan pemasaran produk pertanian lokal.
Direktur Perumda Aneka Usaha Kuningan, Adang Kurniawan, menjelaskan bahwa Rumah Sayur merupakan bagian dari tiga program utama yang sedang dikembangkan bersama Rumah Tani Nusantara, yakni pasar, rumah sayur, dan SPPG.
“Rumah sayur ini menjadi program jangka panjang. Kita sudah buat perjanjian kerja sama dengan durasi lima tahun, dengan evaluasi berkala, baik tahunan, enam bulanan, hingga bulanan, agar manfaatnya berkelanjutan,” ujar Adang saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, keberadaan Rumah Sayur bertujuan mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu ekosistem ekonomi yang sehat. Produk-produk pertanian masyarakat akan dihimpun, dikemas, dan dipasarkan secara lebih rapi dan profesional.
“Di sana kita pertemukan kebutuhan pasar. Ada yang menjual, ada yang membutuhkan. Ini hukum ekonomi yang kita fasilitasi,” jelasnya.
Selain menjadi pusat penjualan, Rumah Sayur juga didukung dengan sistem logistik melalui gudang milik Rumah Tani. Produk yang belum tertampung di lokasi utama akan disimpan dan didistribusikan dari gudang tersebut.
Adang menegaskan, program ini tidak akan berbenturan dengan program nasional seperti KDMP. Justru sebaliknya, pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan koperasi maupun program pemerintah lainnya.
“Kita ingin kolaborasi. Misalnya dengan koperasi atau KDMP, kita bisa saling mendukung dalam distribusi dan harga yang tetap kompetitif tanpa merusak pasar,” katanya.
Ia menargetkan, sebelum Mei 2026, seluruh jaringan pemasok dan titik distribusi sudah terpetakan dengan baik. Bahkan, peresmian Rumah Sayur diharapkan bisa bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei mendatang.
Tak hanya fokus pada sektor pertanian, Perumda Aneka Usaha juga tengah melakukan revitalisasi sektor pariwisata, khususnya di kawasan Cibereum dan Balong Dalem.
“Dari enam titik wisata, dua yang kita prioritaskan dulu karena kontribusinya masih kecil. Kita revitalisasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan zaman, tapi tetap memperhatikan aspek lingkungan,” ungkapnya.
Adang menambahkan, pihaknya saat ini memfokuskan pembenahan pada dua sektor utama, yakni Rumah Tani dan revitalisasi wisata. Jika kedua sektor tersebut sudah stabil secara operasional dan finansial, barulah pengembangan akan diperluas ke sektor lainnya.
“Kita mulai dari yang sebelumnya minus, kita benahi pelan-pelan. Targetnya bukan sekadar nol, tapi bisa memberi kontribusi nyata bagi daerah,” pungkasnya. (OM)









