KUNINGAN ONLINE – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kuningan menggelar peringatan yang berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya sebagai pilar utama keluarga sekaligus mitra penting pemerintah dalam pembangunan daerah.
Peringatan Hari Ibu tersebut dihadiri oleh Bupati Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, unsur pemerintah daerah, pengurus dan anggota organisasi wanita, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang selama ini aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat persatuan serta komitmen kolektif kaum perempuan Kabupaten Kuningan dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Hari Ibu dipandang bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan sebagai pengingat akan sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak, martabat, dan perannya di ruang publik. Momentum ini sekaligus menjadi penguat semangat bagi perempuan untuk terus berdaya, berkarya, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Ketua GOW Kabupaten Kuningan, Hj. Rini Sujiyanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” mencerminkan semangat dan komitmen organisasi perempuan untuk terus mengambil peran strategis dalam pembangunan.
“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa, termasuk dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Hj. Rini Sujiyanti, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam skala pembangunan daerah. Oleh karena itu, penguatan kapasitas perempuan melalui organisasi menjadi langkah penting yang harus terus diperkuat.
Melalui wadah GOW yang menaungi puluhan organisasi wanita di Kabupaten Kuningan, berbagai program telah dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Program-program tersebut mencakup kegiatan sosial kemasyarakatan, edukasi, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan peran perempuan di tingkat keluarga dan masyarakat.
“GOW menjadi rumah besar bagi organisasi perempuan. Dari sinilah berbagai program sosial, edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi dijalankan secara nyata dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat desa,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perempuan yang tergabung dalam organisasi-organisasi di bawah naungan GOW merupakan perempuan-perempuan tangguh dan mandiri yang bekerja dengan penuh keikhlasan serta dedikasi tinggi.
“Perempuan-perempuan yang tergabung di GOW adalah perempuan hebat. Mereka bekerja dengan hati, ikhlas, dan hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu sesama,” katanya.
Lebih lanjut, Hj. Rini juga mendorong kaum perempuan untuk terus adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di era digital saat ini. Peningkatan literasi digital dinilai menjadi kebutuhan penting agar perempuan tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi.
“Perempuan harus terus belajar dan adaptif. Literasi digital sangat penting agar kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara positif dan produktif,” tambahnya.
Ia berharap peringatan Hari Ibu ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi antarorganisasi perempuan di Kabupaten Kuningan, sehingga mampu terus berkontribusi dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Mari jadikan Hari Ibu sebagai penguat semangat kebersamaan dan pengabdian. Perempuan bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama yang menentukan masa depan daerah dan bangsa,” pungkasnya. (OM)





