KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kualitas ruang publik melalui program penataan bangunan dan lingkungan. Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran ini adalah penataan lingkungan Stadion Ewangga dengan nilai anggaran sebesar Rp200 juta.
Anggaran tersebut diarahkan untuk memperbaiki dan menata kawasan di sekitar Stadion Ewangga agar menjadi lebih bersih, tertata, nyaman, dan representatif. Penataan lingkungan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas publik sekaligus memperkuat fungsi Stadion Ewangga sebagai pusat kegiatan olahraga, rekreasi, dan aktivitas masyarakat Kabupaten Kuningan.
Selama ini Stadion Ewangga tidak hanya dimanfaatkan sebagai venue olahraga, tetapi juga menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi warga setiap hari. Mulai dari masyarakat yang berolahraga, komunitas, hingga pelaku usaha kecil memanfaatkan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas.
Dengan adanya penataan lingkungan, pemerintah berharap wajah Stadion Ewangga semakin tertata sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna. Selain aspek estetika, penataan juga diharapkan dapat meningkatkan kebersihan kawasan, memperbaiki fasilitas pendukung, serta menciptakan ruang publik yang lebih ramah bagi masyarakat.
Menanggapi rencana tersebut, pemuda Kuningan, Habib, menyatakan pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah dalam melakukan penataan kawasan Stadion Ewangga. Namun demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaan program benar-benar dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Penataan lingkungan Stadion Ewangga merupakan langkah yang baik karena stadion adalah salah satu ikon Kabupaten Kuningan. Namun anggaran yang dialokasikan harus digunakan secara efektif dan tepat sasaran sehingga hasilnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Habib, setiap rupiah yang bersumber dari anggaran daerah harus memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pekerjaan harus dilakukan secara terbuka agar kualitas pekerjaan sesuai dengan nilai anggaran yang dikeluarkan.
“Jangan hanya berorientasi pada mempercantik tampilan. Yang lebih penting adalah bagaimana lingkungan stadion menjadi lebih nyaman, aman, bersih, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Transparansi juga penting agar publik mengetahui pekerjaan apa saja yang dilaksanakan,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas olahraga, pegiat lingkungan, dan masyarakat sekitar dalam menjaga hasil penataan setelah pekerjaan selesai.
“Kalau fasilitas sudah bagus, masyarakat juga harus ikut menjaga. Penataan tidak akan berarti apabila tidak diimbangi dengan kesadaran bersama untuk merawat kebersihan dan ketertiban kawasan stadion,” tambahnya.
Lingkungan Stadion Ewangga selama ini menjadi salah satu fasilitas olahraga utama milik Pemerintah Kabupaten Kuningan yang rutin digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari olahraga masyarakat, kompetisi, hingga agenda pemerintahan dan kegiatan sosial.
Karena itu, keberadaan lingkungan stadion yang bersih, tertata, dan nyaman dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan citra Kabupaten Kuningan.
Program penataan lingkungan senilai Rp200 juta tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas ruang publik di kawasan Stadion Ewangga sehingga semakin layak menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuningan. (OM)








