KUNINGAN ONLINE – Ratusan anggota Paguyuban Perdokar (Persatuan Dokar) Kabupaten Kuningan, yang dipimpin oleh Kombes Pol (Purn) H Irwan Sukmawan, menyatakan dukungan penuh kepada Paslon nomor urut 2, Ridho-Kamdan, dalam Pilkada Kuningan.
Dukungan ini diberikan atas dasar penghormatan dan kenangan terhadap jasa almarhum H Aang Hamid Suganda dan Hj Utje Ch Suganda, orang tua HM Ridho Suganda, yang selama hidupnya banyak membantu komunitas dokar di Kuningan, Jawa Barat.
Irwan mengungkapkan, jumlah dokar di Kabupaten Kuningan kini hanya tersisa 186 unit, jauh berkurang dibandingkan masa kepemimpinan almarhum H Aang yang mencapai hampir 400 unit dan masa Hj Utje sekitar 300 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 122 unit beroperasi di wilayah Kuningan, 34 unit di Cilimus, dan 32 unit di Ciawi.

“Kami sangat menghargai perhatian keluarga Pak Aang Suganda terhadap kesejahteraan para penarik delman. Terminal dan area parkir dokar yang kami gunakan saat ini adalah hasil upaya mereka,” ungkap Irwan, Jumat (15/11/2024).
Ia menjelaskan bahwa dokar di Kuningan terbagi menjadi dua jenis, yaitu dokar malam yang dikenal dengan buricak burinong karena dilengkapi lampu hias, dan dokar siang yang beroperasi tanpa lampu hias.
Irwan menekankan bahwa Paguyuban Perdokar sepakat untuk mendukung Ridho Suganda, yang dinilai mampu meneruskan perhatian dan komitmen keluarga terhadap komunitas dokar.

Sementara, HM Ridho Suganda, Calon Bupati Kuningan, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan ini. Menurutnya, kehadiran para penarik delman menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Kuningan yang lebih baik.
“Saya sangat bersyukur atas dukungan teman-teman Perdokar. Kita akan berupaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan para penarik delman, yang juga berperan sebagai pelestari budaya lokal,” ujar Ridho.
Ridho berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak sosial dan ekonomi para penarik delman, serta menata ulang area parkir dokar agar lebih terstruktur dan bebas dari pungutan liar.
Ia berharap, jika terpilih nanti, kebijakan ini dapat menghindarkan praktik-praktik tidak bertanggung jawab yang merugikan para kusir dokar.
“Parkir dokar harus tetap menjadi hak penarik delman sesuai amanah almarhum. Kami akan mengupayakan agar ini tetap dipertahankan dan dikelola untuk kepentingan komunitas dokar,” tegas Ridho.
Ridho menambahkan, sektor transportasi tradisional seperti delman memiliki peran penting dalam mempertahankan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.
Ia berjanji akan memberikan perhatian lebih kepada profesi ini agar tetap eksis dan mendapat tempat di masyarakat.
“Delman bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga simbol budaya dan kearifan lokal yang perlu kita jaga. Kami akan terus memperjuangkan hak-hak mereka agar dapat lebih sejahtera,” pungkas Ridho. (OM)





