Muncul Virus Hepatitis Akut, Dinkes Kuningan Siapkan 37 Ruangan Isolasi

Informasi, Kesehatan3,592 views

KUNINGAN ONLINE – Kemunculan kasus Hepatitis Akut yang menggemparkan dunia termasuk di Indonesia menjadi perhatian khusus dalam mengantisipasi adanya lonjakan kasus, termasuk di Kabupaten Kuningan

Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Kesehatan sudah mempersiapkan 37 ruang isolasi di 37 puskesmas bagi pasien Hepatitis Akut.

Iklan

“Kita dalam penanganan kasus Hepatitis Akut sudah mempersiapkan 37 ruang isolasi, di 37 puskesmas, dan sudah koordinasi dengan rumah sakit daerah serta rumah sakit swasta,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Susi Lusyanti, Rabu (11/5).

“Selain itu kita memeberikan arahan dan anjuran untuk menangani kasus hepatitis, baik kepada dokter anak, konseling. Termasuk nanti Lab Kesehatan Daerah (Labkesda) sebagai rujukan, maka dari puskesmas akan di kirim ke labkesda untuk penindakan kasus tersebut,” sambungnya.

Iklan

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada. Sebab, menurutnya kasus Hepatitis Akut ini belum diketahui penyebabnya.

Iklan

Akan tetapi, Susi menyampaikan bahwa orang tua atau guru untuk tetap menerapkan protokol kesehatan kepada anak-anak.

“Hal ini terjadi di Indonesia, kasus Hepatitis Akut yang meninggal itu anak-anak. Maka, untuk pencegahannya tetap menerapkan Prokes, dan menjaga pola hidup bersih baik itu di sekolah, di rumah maupun di ruang terbuka umum,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana antisipasi di Kuningan, Susi menerangkan, jika ada gejala yang mengarah ke hepatitis pada anak-anak, pertama masyarakat tidak boleh panik.

“Kedua, segera hubungi layanan-layanan kesehatan terdekat, puskesmas, dokter praktek swasta maupun rumah sakit. Ketiga, jangan menunggu gejalanya semakin berat, baru dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. Sebaiknya, di bawa dari awal ketika masih ringan,” terangnya.

Ke empat, lanjut Susi, di usahakan anak-anak memakai prokes yang baik, pakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan, perilaku hidup bersih dan sehat, dan tidak boleh sering jajan makanan di sekolahnya.

“Misalnya, bawa makan di bagi-bagiin bersama-sama itu sudah tidak boleh, selanjutnya tetap anak-anak harus di jaga dan di imunisasi sesuai dengan waktu dan umurnya,” pungkasnya. (OM)