Melemahnya Rupiah, Siapa yang Salah ?

Galeri, Opini268 views

Melemahnya nilai tukar rupiah hendaknya tidak hanya dipandang sebagai angka statistik dalam pasar keuangan, melainkan sebagai refleksi dari kondisi ekonomi nasional yang memerlukan perhatian Bersama. Dalam persfektif akademisi, fluktuasi mata uang merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang dapat terjadi terutama pada negara-negara berkembang, belum lagi adanya ketidakpastian geopolitik, tekanan inflasi internasional, serta adanya perubahan kebijakan ekonomi negara-negara besar. Oleh karena itu situasi ini harus disikapi secara rasional, tanpa kepanikan ataupun pesimisme.

Pelemahan rupiah memang membawa tantangan yang nyata bagi masyarakat, terutama melalui meningkatnya harga kebutuhan hidup dan menurunnya daya beli masyarakat. Namun demikian, kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa ketahanan ekonomi nasional tidak hanya bergantung pada kekuatan pasar global melainkan juga harus dibangun melalui kemandirian produksi, penguatan sector domestic, menjaga stabilitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Yang mana dalam kondisi ini masyarakat, pelaku usaha dan juga pemerintah memiliki tanggung jawab Bersama untuk memperkuat pondasi ekonomi bangsa.

Iklan

Secara bijak, melemahnya rupiah seharusnya menjadi momentum evaluasi terhadap pola konsumsi dan ketergantungan terhadap produk impor. Dukungan terhadap UMKM, serta peningkatan inovasi nasional merupakan bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi Indonesia. Di sisi lain pemerintah juga dituntut untuk menghadirkan kebijakan yang adaptif, transparan dan berpihak pada stabilitas sosial-ekonomi masyarakat, guna menjaga kepercayaan public.

Dalam sejarah pelemahan ekonomi indonesi, pelemhan pernah terjadi saat krisis moneter tahun 1998 yang saat itu nilai tukar rupiah anjlok dari Rp. 2.500/ Dolar AS, Menjadi lebih dari Rp. 16.000/Dolar AS. Tekanan serupa juga terjadi saat COVID 19 melanda. Saat itu rupiah juga mengalami pelemahan hingga Rp. 16.000 akibat dari ketidakpastian ekonomi global.

Iklan

Dari pengalaman-pengalaman tersebut sudah sepatutnya kita menyadari bahwa melemahnya nilai rupiah bukanlah akhir dari kekuatan ekonomi Indonesia. Melainkan sebuah ujian terhadap ketahanan nasional. Dan dari kondisi inilah sudah sepatutnya kita belajar bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya dibangun oleh kebijakan pemerintah semata namun juga oleh kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga produktivitas, solidaritas juga kepercayaan terhadap masa depan bangsa. karena semua berperan, semua berdampak dan tidak menutup kemungkinan pula semua akan terdampak.

Penulis : Tina Ayu Liani M.Pd.