KUNINGAN ONLINE – Tawuran pelajar yang kembali terjadi di Kabupaten Kuningan menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan, Ayep Setiawan yang akrab disapa Adon, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Menurutnya, aksi tawuran tidak hanya mencoreng dunia pendidikan, tetapi juga menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan evaluasi.
“Peristiwa ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai tawuran pelajar terus berulang dan menjadi budaya. Semua pihak, baik sekolah, orang tua, pemerintah, aparat keamanan, maupun organisasi kepemudaan harus duduk bersama mencari solusi terbaik,” ujar Adon.
Ia menilai, penanganan persoalan tawuran tidak cukup hanya dengan memberikan sanksi kepada para pelaku. Upaya pencegahan melalui pembinaan karakter, penguatan pendidikan moral, serta pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar jam sekolah juga harus diperkuat.
Menurutnya, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus diarahkan pada kegiatan-kegiatan positif, seperti olahraga, seni, kewirausahaan, dan aktivitas kepemudaan yang mampu membangun karakter serta jiwa kepemimpinan.
“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa depan hanya karena terjebak dalam aksi kekerasan. Mereka membutuhkan ruang untuk berkembang, dibimbing, dan diberikan contoh yang baik,” katanya.
Adon juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian dan pihak sekolah yang telah bergerak cepat menangani kasus tersebut. Namun, ia berharap penanganan tidak berhenti pada proses hukum semata, melainkan juga disertai pembinaan agar para pelajar dapat memperbaiki diri.
DPD KNPI Kabupaten Kuningan, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan berbagai organisasi kepemudaan untuk menghadirkan program-program yang dapat mengurangi potensi kenakalan remaja serta mencegah terulangnya tawuran pelajar.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita selamatkan generasi muda Kuningan agar tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak, dan mampu membawa nama baik daerah,” pungkasnya.








