CIAWIGEBANG (KO) – Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan menandatangani kerjasama dengan Desa Cijagamulya Kecamatan Ciawigebang. Penandatanganan kerjasama dilaksanakan di sela pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Prodi Teknologi Pangan, di Balai Desa Cijagamulya, Sabtu (16/7/2022).
Kerjasama tersebut meliputi optimalisasi sumber daya manusia bidang teknologi pangan, informatika, dan teknik mesin. Kolaborasi yang dibangun meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berupa program penyusunan dan pendampingan optimalisasi sumber daya manusia di bidang pengolahan pangan, informatika, dan teknik mesin.
Dekan Fakultas Teknik Unisa Kuningan, Jaenal Gopur Asmanul Salam, M.Si., didampingi Wakil Dekan, Cecep Abdul Cholik, M.I.Kom menerangkan, kerjasama dengan Desa Cijagamulya mengingat salah satu potensi desa tersebut adalah penghasil bidang perikanan.
Potensi tersebut, kata Jaenal merupakan peluang yang bisa dioptimalkan melalui pengolahan hasil perikanan menjadi beragam olahan pangan bersama dosen-dosen Prodi Teknologi Pangan Unisa Kuningan.
“Hasil sharing kami dengan Pak Kuwu, desa ini merupakan centra penghasil perikanan di wilayah Ciawigebang. Potensi tersebut kami kolaborasi dengan SDM kami di bidang teknologi pangan,” katanya.
Menurutnya, karena Fakuktas Teknik Unisa Kuningan juga terdiri dari Prodi Informatika dan Teknik Mesin, kerjasama tersebut akan berlanjut di bidang informasi teknologi desa atau bidang lain yang dibutuhkan oleh lembaga atau organisasi yang ada di desa.
“Semoga bisa berkolaborasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.
Kepala Desa Cijagamulya, Eka Sukaswara menyambut baik kerjasama tersebut. Ia menyampaikan sinergitas dua pihak bisa membangun motivasi masyarakat dalam pengembangan berbagai hal terutama pengolahan perikanan yang menjadi salah satu potensi desanya.
Eka menerangkan, Desa Cijagamulya pernah dinobatkan sebagai desa centra penghasil perikanan sewilayah Ciawigebang karena banyak menghasilkan ikan lele, nila, dan gurame.
“Hanya saja, pada perjalanannya masih banyak hal yang harus dioptimalkan, terutama dalam pengolahan bahan baku ikan tersebut ke berbagai olahan pangan modern,” terangnya.
“Semoga program ini menjadi motivasi bagi semua, supaya ilmu dari kampus bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (OM)





