KUNINGAN ONLINE – Sekolompok mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah STKIP Muhammadiyah Kuningan melakukan observasi ke salah satu pengrajin kendang yang ada di Kuningan.
Pengrajin kendang tersebut yaitu Kang Wawan (47) atau biasa disebut Apa Rawing sebagai nama panggungnya. Beralamat di Desa Gresik Dusun Pahing RT.03 RW.02 Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan.
Wawan lahir pada tanggal 10 Oktober 1976. Wawan sendiri ternyata punya kecintaan terhadap kesenian dan pernah berkata bahwa kesenian membuat kendang itu “turun temurun, seni tuturunan”.
Sehingga bisa disimpulkan bahwa Kang Wawan mempunyai darah seni sejak dia lahir. Konsistensi sebuah bakat berbuah manis bagi pengrajin kendang berawal dari sebuah hobi sejak tahun 1090 dan turun temurun darah seni yang dimilikinya beliau bisa mengembangkan sebuah kerajinan kendang yang mana sampai saat ini masih dikembangkan olehnya.
Kang wawan juga memulai pembuatan kendang itu pada tahun 2000 dengan memasarkan nya melalui media sosial facebook, untuk pemasaran nya baru mencapai wilayah kuningan dan cirebon saja.
Diluar dari itu, konsistensinya dari tahun 2000 sampai sekarang membuat hampir setiap penggiat seni khususnya kendangers yang ada di Kuningan pastinya membuat atau memperbaiki kendang pasti ke Kang Wawan terlebih dahulu.
Untuk itu Kang Wawan sendiri sudah terkenal dikalangan ahli seni yang ada di Kuningan.
Cuaca sebagai faktor pendukung dalam membuat Kendang
Membuat Kendang merupakan hal yang tidak sembarangan orang bisa melakukannya. Namun, banyak hal-hal yang harus dikuasai terlebih dahulu.
Dan juga dalam proses pembuatan kendang tidak hanya bikin badannya saja (rurumpung) tetapi bikin bagian kendang yang lain, seperti cincin, rarawat, wangkis, kulit kemprang, dan kulit gedug.
Ia menerangkan, cuaca merupakan faktor penting dalam proses pembuatan kendang. Biasanya kalo cuacanya bagus, panas dan cuacanya konsisten, proses pembuatan kendang pun bisa dalam kurun waktu satu bulan.
“Tetapi apabila cuacanya lagi musim hujan dan mendung, dipastikan proses pembuatan kendang tersebut jadi bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan dikarenakan proses pengeringan bahan kayu untuk pembuatan Kendang harus sesempurna mungkin,” Ujar Kang Wawan. (OM)





