Mahasiswa KKN UNISA Kuningan Bersinergi dengan PKK dan Puskesmas, Fokus Edukasi ASI, Cegah Stunting hingga Perawatan Lansia

Pendidikan, Sosial132 views

KUNINGAN ONLINE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) PKK Desa Linggamekar yang dirangkaikan dengan sosialisasi kesehatan di Aula Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader PKK, dan mahasiswa dalam memperkuat program kesehatan masyarakat.

Rakor diikuti kader PKK dari tiga dusun, yakni Dusun Cantilan, Dusun Sawahrangru, dan Dusun Cisabuk. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, Program Keluarga Berencana (KB), serta Program Perawatan Jangka Panjang (PJP) bagi lanjut usia yang disampaikan oleh Bidan Yani dan perawat Ita Juwita dari UPTD Puskesmas Linggarjati.

Iklan

Bidan Yani menjelaskan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama merupakan fondasi penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, Program KB juga terus didorong sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera melalui perencanaan kehamilan yang baik.

Dalam pemaparannya, tenaga kesehatan juga mengungkapkan kondisi kesehatan masyarakat Desa Linggamekar. Saat ini terdapat 15 ibu hamil dan enam kasus stunting yang menjadi perhatian bersama. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah desa, kader kesehatan, serta mahasiswa KKN dalam menyusun program edukasi dan pendampingan selama masa pengabdian.

Iklan

Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah Program Perawatan Jangka Panjang (PJP) bagi lansia. Program ini diperuntukkan bagi lanjut usia yang mengalami keterbatasan fisik maupun mental sehingga membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.

Layanan PJP tidak hanya mencakup aspek medis, seperti pengelolaan penyakit kronis, terapi fisik, dan pemberian obat, tetapi juga bantuan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi, makan, berpakaian, hingga mobilitas dan aktivitas lainnya.

Selain bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia, program ini juga berupaya mempertahankan kemandirian mereka, mencegah penurunan kondisi kesehatan, menjaga martabat lansia, serta memberikan edukasi kepada keluarga sebagai pendamping utama di rumah. Keluarga juga akan dibekali pelatihan dasar mengenai teknik perawatan lansia, termasuk menjaga kebersihan diri, perawatan mulut, hingga memandikan lansia di tempat tidur.

Mahasiswi KKN Kelompok 6 UNISA Kuningan dari Program Studi Gizi, Mila Silvia, mengatakan kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru mengenai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat desa.

“Kegiatan rakor ini membahas ASI eksklusif, Program KB, kondisi kesehatan masyarakat desa yang disampaikan pihak Puskesmas, kemudian ditutup dengan sosialisasi Perawatan Jangka Panjang bagi lansia. Informasi seperti jumlah ibu hamil yang mencapai 15 orang dan adanya enam kasus stunting menjadi perhatian kami untuk mendukung program kesehatan selama KKN,” ujarnya.

Menurut Mila, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya pendampingan bagi lansia yang memiliki keterbatasan fisik maupun mental agar tetap memperoleh perawatan yang layak.

Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan berbagai program edukasi kesehatan kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa Linggamekar, kader kesehatan, dan UPTD Puskesmas Linggarjati, mahasiswa berharap dapat berkontribusi dalam mendukung implementasi Program Perawatan Jangka Panjang melalui penyuluhan dan pendampingan keluarga.

Rakor ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader PKK, dan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Diharapkan kolaborasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, serta kesejahteraan lansia demi terwujudnya Desa Linggamekar yang lebih sehat dan berkualitas. (OM)