Mahasiswa KKN Kelompok 33 Optimalisasi Potensi Desa Gunungsari Berbasis OVOP

Pendidikan, Sosial2,306 views

KUNINGAN ONLINE – Sebanyak 30 peserta terdiri dari Kelompok Wanita Tani, kelompok PKK, serta kelompok masyarakat lingkungan Desa Gunungsari, berkumpul pada hari Senin, (7/8/2023) untuk mengikuti workshop dan pelatihan pembuatan Mochi Jagung yang diadakan di Desa Gunungsari Kec. Cimahi.

Acara yang diinisiasi oleh Mahasiswa KKN Kelompok 33 yang dibimbing oleh Neni Nurhayati S.E., M.Si., AK., CA., CRA., CRP sebagai Dosen Pembimbing Lapangan. Acara kali ini dipandu oleh pemateri dari Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) yaitu Bapak Uut Sutin, SP.

Iklan

Kegiatan tersebut, bertujuan untuk mengembangkan potensi desa berbasis konsep One Village One Product (OVOP) melalui produk unggulan Mochi berbahan dasar Jagung.

Dalam suasana yang penuh semangat dan antusias, workshop ini menyoroti pentingnya mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi unik yang dimiliki oleh desa Gunungsari.

Iklan

Dengan tema “Optimalisasi Potensi Desa Berbasis One Village One Product,” acara ini bertujuan untuk memandu peserta dalam mengenali, mengembangkan, dan memasarkan produk unggulan dari desa mereka.

Uut Sutin, SP. menyampaikan berbagai informasi seputar konsep OVOP dan bagaimana produk mochi dapat menjadi produk unggulan bagi Desa Gunungsari.

Peserta diajak untuk memahami langkah-langkah produksi mochi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan, hingga pengepakan yang menarik dan profesional yang dipandu langsung oleh Tim KKN 33 Mahasiswa Uniku.

“Saya merasa senang bisa ikut dalam acara ini dan belajar tentang pembuatan mochi. Ini adalah peluang besar bagi kami untuk mengembangkan produk lokal dan memberikan kontribusi positif untuk desa kami,” ungkap bu Witi Daswiti, salah satu peserta.

Selain keterampilan produksi, workshop ini juga memberikan penekanan pada aspek pemasaran dan branding. Peserta diberikan wawasan tentang strategi pemasaran yang efektif, penggunaan media sosial, dan cara membuat kemasan produk yang menarik.

“Tujuan utamanya adalah agar produk mochi dari Desa Gunungsari dapat dikenal lebih luas dan memiliki daya saing di pasar,” ujarnya.

Uut Sutin, SP., mewakili kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian, mengatakan pihaknya sangat mendukung inisiatif seperti ini yang berfokus pada pengembangan ekonomi lokal.

“Produk Mochi Jagung adalah awal yang baik untuk membangun konsep OVOP di Desa Gunungsari dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” katanya.

Peserta workshop juga berkesempatan untuk berbagi harapan dan aspirasi mereka. Banyak dari mereka berharap bahwa acara seperti ini akan terus dilaksanakan untuk membantu mengoptimalkan potensi desa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa secara keseluruhan.

Dengan semangat dan pengetahuan baru yang didapatkan dari workshop ini, diharapkan bahwa produk Mochi Jagung dari Desa Gunungsari dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan yang dikenal di tingkat lokal maupun lebih luas.

Workshop ini menjadi langkah awal yang positif dalam upaya optimalisasi potensi desa berbasis One Village One Product, yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan ekonomi lokal. (OM)