KUNINGAN ONLINE Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat meluncurkan aplikasi Sistem Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Sipandu Petir).
Sipandu Petir diluncurkan sebagai bentuk capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan khususnya pada pelayanan kesehatan penderita hipertensi dan diabetes melitus di Kuningan yang dinilai masih cukup rendah.
Menurut, Kepala Dinkes Susi Lusiyanti, aplikasi Sipandu Petir ini untuk mempermudah warga dalam menjangkau pelayanan.
“Selain memudahkan warga menjangkau pelayanan dalam berbagai kondisi, aplikasi ini dapat membantu pimpinan daerah di setiap pengambilan kebijakan kaitan pengendalian penyakit tidak menular,” tutur Susi kepada Kuninganonline.com, Jumat (29/10).
Aplikasi ini, Susi mengatakan sebagai bentuk layanan untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular melalui pelayanan deteksi dini, monitoring dan tata laksana penyakit dengan pendekatan entry point penatalaksanaan hipertensi dan diabetes melitus.
“Manajemen pengelolaan penyakit tidak menular khususnya hipertensi dan diabetes melitus yang komprehensif, terstruktur, dan terkompilasi dengan baik, diharapkan dapat menurunkan tingkat kematian pada kasus Covid-19 dengan komorbid,” kata Susi.
“Selain itu, penggunaan anggaran negara akan lebih efektif, efisien dan akuntabel berbasis kinerja dan kemanfaatan yang tinggi,” sambungnya.
Pihaknya menerangkan, bahwa capaian SPM di bidang kesehatan khususnya pada pelayanan kesehatan penderita hipertensi dan diabetes melitus masih rendah.
Kondisi ini, lanjut Susi, di masa mendatang akan berpotensi meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian.
“Capaian SPM untuk indikator pelayanan kesehatan penderita hipertensi tahun 2020 di Kuningan sebesar 30,59 persen dan indikator pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus sebesar 25,76 persen. Kedua indikator ini adalah yang paling rendah di antara keduabelas indikator SPM yang lain,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Susi menjelaskan, diperlukan suatu terobosan yang revolusioner untuk merubah nilai capaian kedua indikator SPM tersebut menjadi 100 persen.
“Sehingga dibutuhkan satu sistem untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi penyakit tidak menular,” jelasnya.
Sementara Bupati Kuningan, Acep Purnama menjelaskan, adanya pandemi Covid-19 sekarang, menuntut Dinkes Kuningan untuk melakukan terobosan dengan memanfaatkan teknologi informasi, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan penyakit tidak menular melalui Sipandu Petir yang digagas Dinkes Kuningan.
“Sipandu Petir ini adalah suatu aplikasi yang dapat membantu memudahkan masyarakat menjangkau pelayanan, dalam berbagai kondisi. Sistem ini akan terintegrasi dengan aplikasi pelayanan kesehatan rujukan, maupun dengan aplikasi pelaporan di tingkat daerah maupun tingkat pusat,” jelasnya.
Acep mengatakan, aplikasi ini menjadi penting dalam optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Sebab sekarang, capaian SPM bidang kesehatan berupa pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi baru 30,59 persen, serta pada penderita diabetes melitus hanya 25,76 persen.
“Jadi dengan adanya suatu proyek perubahan, diharapkan terjadi kondisi ideal yakni capaian SPM bidang kesehatan dengan indikator hipertensi dan diabetes melitus menjadi 100 persen,” kata Acep.
“Tersedianya sistem pelayanan terpadu untuk kasus penyakit tidak menular secara real time dan akurat, serta terdapat aplikasi khusus untuk pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit tidak menular yang sederhana, murah, cepat, aman, terintegrasi dan akuntabel,” pungkasnya. (OM)









