KUNINGAN ONLINE – Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Luragung menggelar kegiatan “Kemah Penggerak Pemuda NU” disungai Cisanggarung Desa Dukuhmaja Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan.
Kemah tersebut digelar selama dua hari satu malam, selama dua hari Sabtu-Minggu (10-11/6/2023) dengan diikuti beberapa Badan Otonom (Banom) diantaranya Ansor, Barisan Serbaguna (Banser), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII).
Digelarnya kemah, merupakan agenda silaturrahim dengan banom untuk meningkatkan giroh pergerakan pemuda khususnya anak muda NU, demi menambah rasa kecintaan terhadap NKRI rangkaian awal kegiatanpun dibuka dengan pengibaran bendera sang merah putih yang dihadiri oleh ibu-ibu Muslimat NU kecamatan luragung dan masyarakat desa Dukuhmaja.
“Kegiatan ini menjadi inspirasi bagi kami bahwa pergerakan kultural di ranah kepemudaan juga sangat penting dalam menjaga nilai-nilai aswaja, dengan kemasan berkemah tentunya tidak jenuh,” ucap Akmal peserta kemah dari PMII Senin (12/6/2023).
Sementara itu, tak hanya mengadakan diskusi keislaman tetapi juga diisi dengan, kegiatan voly pantai di dalam air cisanggarung, hiburan-hiburan seperti api unggun, orasi kebangsaan, dan sholawatan.
Panitia Pelaksana, Cak Imin menyatakan bahwa kemah penggerak pemuda NU ini adalah angkatan pertama, ia bersyukur bisa berkumpul dengan kiyai-kiyai serta banom-banom NU meleburkan diri dengan alam dan berdiskusi mengenai arah gerak Generasi Muda NU kedepan.
“Harapannya kedepan bisa melaksanakan kembali bersama MWC-MWC NU yang ada di Kabupaten Kuningan,” ucapnya.
Adapun, pesan Kyai-kyai NU kepada PMII Kuningan adalah berharap kader PMII harus tetap tawazun (seimbang) dalam gerakan tetapi juga harus disertai gerakan kultural di masyarakat dalam menjaga nilai-nilai aswaja.
Meski begitu, Akmal mengatakan perwakilan dari kader PMII Kuningan karena kita akan kembali ke masyarakat yang kita tinggali. Kritis terhadap pemerintahan adalah wajib, gerakan advokasi juga wajib namun jangan lupa kita juga harus berkontribusi penuh bersama masyarakat dimanapun kita berada.
“Teringat pernyataan dari Charles de Montesquieu bahwa ‘Agar menjadi benar-benar hebat, seseorang harus berdiri dengan masyarakat bukan di atas mereka’,” ucapanya.
Sambungnya, PMII akan terus melakukan kolaborasi dengan NU guna penguatan dan modal gerakan di masyarakat sebagai bentuk pengabdian masyarakat di masa yang akan datang (Poy)







