KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning Kerahkan 50 Anggota Bantu Bersihkan Eceng Gondok di Waduk Darma

Sosial52 views

KUNINGAN ONLINE – Upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menangani ledakan eceng gondok di Waduk Darma terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Paguyuban Silihwangi Majakuning yang menerjunkan puluhan anggotanya dalam aksi gotong royong massal pembersihan eceng gondok bersama Bupati Kuningan, Sabtu (13/6/2026).

Sebanyak 50 anggota KTH dari desa-desa penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan mereka menjadi wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menjaga keberlangsungan sektor pariwisata yang menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Kuningan.

Iklan

Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, S.Hut., mengatakan pihaknya merasa terpanggil untuk ikut serta karena Waduk Darma merupakan bagian dari ekosistem yang harus dijaga bersama.

“Ini merupakan ekosistem kita juga, lingkungan kita juga. Kami merasa terpanggil dan berkewajiban untuk menjaga lingkungan ini,” ujar Nandar di sela kegiatan.

Iklan

Menurutnya, persoalan eceng gondok yang terus berkembang di perairan Waduk Darma tidak bisa dianggap sepele. Selain mempercepat sedimentasi, tanaman air tersebut juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

“Dampaknya cukup besar. Selain mempercepat sedimentasi waduk, secara ekologis eceng gondok juga memengaruhi kadar oksigen di dalam air yang dibutuhkan oleh biota perairan,” jelasnya.

Dalam aksi tersebut, Paguyuban Silihwangi Majakuning mengerahkan perwakilan dari lima KTH yang berasal dari Desa Cisantana, Puncak, Sagarahiang, Karangsari, dan Gunungsirah. Kelima kelompok tersebut merupakan bagian dari 28 KTH yang tergabung dalam paguyuban.

Tidak hanya menyumbangkan tenaga, mereka juga mendukung kegiatan pembersihan dengan menyiapkan berbagai sarana pendukung berupa dua unit dump truck, satu kendaraan pikap, 300 karung, serta 10 garpu pengangkut eceng gondok.

Nandar menilai kondisi tutupan eceng gondok di Waduk Darma saat ini sudah cukup mengkhawatirkan sehingga diperlukan langkah kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kondisinya memang sudah cukup dominan. Mudah-mudahan dengan penanganan bersama seperti ini, eceng gondok yang menutupi perairan bisa teratasi sehingga fungsi waduk dapat kembali optimal,” katanya.

Ia berharap gerakan gotong royong tersebut menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam menjaga Waduk Darma sebagai aset lingkungan, sumber penghidupan masyarakat, sekaligus destinasi wisata andalan Kabupaten Kuningan.

“Ngajaga alam, miara kahirupan. Bersama menjaga Waduk Darma untuk lingkungan yang lestari dan pariwisata yang semakin maju,” pungkasnya.

Aksi pembersihan eceng gondok ini menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan dapat ditangani secara lebih efektif melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong, keberadaan Waduk Darma diharapkan tetap terjaga sebagai salah satu ikon wisata dan sumber daya alam penting bagi Kabupaten Kuningan. (OM)