KOMPAK Ajak Warga Tetap Kondusif di Tengah Dinamika Isu di Kuningan

Sosial357 views

KUNINGAN ONLINE — Dinamika isu yang berkembang di Kabupaten Kuningan, mulai dari narasi “Kuningan Caang” hingga dugaan penyalahgunaan anggaran di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik), menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, organisasi KOMPAK (Komite Pemuda Kuningan) mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi.

Iklan

Ketua KOMPAK, Fery Rizkiana Tri Putra, menilai derasnya arus informasi yang beredar saat ini harus disikapi dengan bijak. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap tenang serta tidak terpancing oleh isu-isu yang belum terverifikasi secara jelas.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun jangan sampai menimbulkan perpecahan. Kami mengajak seluruh masyarakat Kuningan untuk tetap menjaga situasi yang aman dan damai,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Iklan

Terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di Disdik Kuningan, KOMPAK mendorong agar persoalan tersebut diserahkan kepada mekanisme hukum dan pengawasan yang berlaku. Transparansi dan akuntabilitas tetap harus dijunjung tinggi, namun prosesnya diharapkan berjalan tanpa menimbulkan kegaduhan sosial.

Selain itu, KOMPAK juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan daerah. Mereka menilai Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memiliki kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul, termasuk isu-isu yang saat ini berkembang di tengah masyarakat.

“Kami percaya Bupati akan mengambil langkah yang tepat, bijak, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Semua pihak diharapkan memberikan ruang agar proses penyelesaian berjalan dengan baik,” lanjut Fery.

Di sisi lain, masyarakat tetap didorong untuk bersikap kritis namun konstruktif. Penyampaian aspirasi diharapkan dilakukan secara santun dan tidak memicu konflik yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

Dengan adanya ajakan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Kuningan dapat terus menjaga persatuan dan tidak terpecah oleh berbagai isu yang berkembang, sembari menunggu langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait dalam menyelesaikan persoalan yang ada. (OM)