Kisah Nadya Sulhatu, Perempuan Kuningan yang Sukses Bangun Showroom Mobil Sendiri

KUNINGAN ONLINE – Tidak semua jalan menuju sukses harus dimulai dari bangku kuliah. Bagi Nadya Sulhatu (28), perempuan muda asal Kabupaten Kuningan, keberhasilan justru lahir dari keberanian mengambil keputusan besar sejak usia muda: langsung bekerja dan belajar dari lapangan.

Tahun 2016 menjadi titik awal perjalanan hidupnya. Saat banyak teman seusianya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Nadya memilih terjun ke dunia kerja sebagai sales marketing. Ia memulai dari penjualan rokok, lalu merambah ke dunia otomotif.

Iklan

Dari profesi itulah, ia belajar banyak hal—mulai dari cara berbicara dengan pelanggan, membangun kepercayaan, hingga memahami apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen.

“Awalnya saya hanya ingin mandiri dan membantu keluarga. Tapi dari pekerjaan itu, saya justru menemukan passion saya di dunia penjualan,” tutur Nadya saat ditemui di showroom miliknya, Sulhatu Auto Car, di Jalan Raya Cilimus-Sampora, Kuningan.

Iklan

Pengalaman bertahun-tahun sebagai sales menjadi modal berharga ketika ia memutuskan untuk menghidupkan kembali usaha keluarga di bidang jual beli mobil yang sempat mengalami pasang surut.

Dengan modal yang sangat terbatas, Nadya hanya mampu membeli dua hingga tiga unit mobil, masing-masing dengan harga sekitar Rp100 juta. Tidak mudah. Ia harus berpikir keras bagaimana menjual cepat, menjaga kualitas kendaraan, dan tetap mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Sedikit demi sedikit, usahanya mulai menunjukkan hasil. Konsumen datang bukan hanya karena harga, tetapi juga karena pelayanan dan kejujuran yang ia pegang teguh.

“Kami selalu berusaha jujur soal kondisi mobil. Kalau ada kekurangan, harus disampaikan. Karena yang paling penting itu kepercayaan,” katanya.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hingga tiga tahun berjuang, pada 2025 Nadya berhasil memiliki showroom sendiri yang lebih representatif, setelah sebelumnya hanya menyewa tempat kecil dengan kapasitas terbatas.

Showroom itu ia beri nama Sulhatu Auto Car, diambil dari namanya sendiri—sebuah simbol perjuangan sekaligus tanggung jawab atas usaha yang ia bangun dari nol.

Kini, showroom tersebut mampu menampung sekitar 25 hingga 30 unit mobil, dengan target penjualan mencapai 22 hingga 27 unit per bulan. Sistem pembelian pun beragam, mulai dari tunai, kredit, hingga tukar tambah.

Menariknya, Nadya tidak hanya fokus menjual mobil. Ia juga memastikan layanan purnajual tetap berjalan, termasuk memberikan garansi mesin selama tiga bulan kepada pelanggan.

“Kami tidak ingin hanya selesai saat transaksi. Setelah mobil dibawa pulang, hubungan dengan konsumen tetap harus dijaga,” ujarnya.

Di tengah kesibukannya di dunia otomotif, Nadya juga sempat merambah bisnis kuliner. Ia pernah memiliki tiga cabang usaha di Cirebon dan Kuningan sebelum akhirnya memilih fokus pada bisnis mobil dan usaha kuliner sate taichan serta seblak.

Bagi Nadya, perjalanan ini bukan soal seberapa cepat mencapai sukses, tetapi seberapa kuat bertahan dalam prosesnya.

Dari seorang sales rokok hingga kini menjadi owner showroom mobil, kisah Nadya menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian mengambil peluang bisa mengubah hidup seseorang.

“Yang penting jangan takut memulai dari bawah. Semua proses itu penting, karena dari situ kita belajar,” pungkasnya. (OM)

News Feed