Kepala Kemenag Kuningan: Hardiknas Jadi Momentum Perkuat Kualitas Pendidikan Madrasah

Pendidikan79 views

KUNINGAN ONLINE – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimaknai sebagai momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk di lingkungan madrasah. Hal tersebut disampaikan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Handiman Romdoni, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, dalam sistem pendidikan di Indonesia terdapat dua institusi besar yang memiliki peran strategis, yakni Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan. Keduanya memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Iklan

“Hardiknas ini momentum luar biasa. Baik Kemenag maupun Kemendikdasmen memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengelola dan meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Ia menegaskan, sinergi antara Kemenag dan Dinas Pendidikan di Kabupaten Kuningan selama ini telah terjalin dengan sangat baik. Bahkan, komunikasi dan kolaborasi yang terbangun dinilai menjadi salah satu yang terbaik.

Iklan

“Alhamdulillah sinergitas antara Kemenag dan Diknas sudah sangat baik. Ini menjadi kekuatan dalam memajukan dunia pendidikan, termasuk madrasah,” katanya.

Dalam momentum Hardiknas tahun ini, madrasah di Kuningan juga menunjukkan prestasi membanggakan. Salah satunya Husnul Khotimah, sejumlah madrasah berhasil meraih penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, dengan total sekitar 14 penghargaan.

“Ini menunjukkan perhatian besar dari pemerintah daerah terhadap madrasah. Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang terus diberikan,” ungkapnya.

Terkait jumlah lembaga pendidikan, Kemenag mencatat untuk madrasah negeri di Kabupaten Kuningan terdiri dari 7 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 12 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 3 Madrasah Aliyah (MA). Seluruhnya terus bersinergi dengan sekolah umum, baik dalam pengembangan kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Dalam upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik, Kemenag juga rutin melakukan pembinaan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi melalui berbagai forum seperti KKM, PGM, dan MGMP.

Selain itu, Kemenag juga telah menerapkan kurikulum berbasis cinta, sebuah konsep pendidikan yang menjadi ciri khas Kementerian Agama dan dicetuskan oleh Menteri Agama. Kurikulum ini telah mulai diterapkan di madrasah sebagai upaya membangun karakter peserta didik.

Di akhir pernyataannya, ia berharap momentum Hardiknas dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, baik di madrasah maupun sekolah umum.

“Kami berharap kualitas pendidikan terus meningkat. Output siswa, khususnya Madrasah Aliyah, diharapkan semakin banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkasnya. (OM)