Kementerian LH Dorong Kuningan Jadi Daerah Percontohan ProKlim, H Rokhmat Ardiyan: Gerakan Menanam Pohon Harus Jadi Budaya

Politik, Sosial677 views

KUNINGAN ONLINE – Kementerian Lingkungan Hidup melalui Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kuningan untuk bersama-sama mewujudkan daerah yang lebih hijau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan melalui Program Kampung Iklim (ProKlim), di Minara House, Kuningan, Minggu (5/6/2026).

Ajakan tersebut disampaikan oleh Nurul Fadilah, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, saat menghadiri kegiatan sosialisasi ProKlim di Kabupaten Kuningan.

Iklan

Dalam sambutannya, Nurul mengapresiasi berbagai inisiatif pelestarian lingkungan yang telah dilakukan di sejumlah daerah sebagai inspirasi bagi Kuningan. Ia mencontohkan upaya pendaftaran dan perlindungan pohon di Bandung agar tidak mudah ditebang, pelestarian pohon-pohon besar di Salatiga, hingga transformasi Surabaya yang kini semakin hijau berkat komitmen pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa menjaga kelestarian alam membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Penanaman berbagai jenis pohon, seperti pohon pule dan palem, menjadi bagian dari upaya nyata dalam memperkuat kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.

Iklan

Nurul juga menyoroti pentingnya menjaga pohon-pohon yang telah terdata dan terintegrasi dalam sistem perlindungan agar tidak ditebang sembarangan. Upaya tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk komitmen dalam menjaga keseimbangan ekosistem untuk generasi mendatang.

Ia menyampaikan dukungan terhadap langkah dan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya arahan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Ir. Usep Sumirat, dalam mengembangkan gerakan pelestarian lingkungan melalui Program Kampung Iklim.

Selain itu, Nurul mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi dan komunitas, seperti Sundawani, KNPI, Karang Taruna, dan Gema Jabar Hejo, yang dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan.

“Kuningan bisa bermimpi bersama-sama menjadi kabupaten yang lebih hijau dan lestari,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI H. Rokhmat Ardiyan (HRA) menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak cukup hanya menjadi program pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Menurut HRA sapaannya, Kabupaten Kuningan memiliki kekayaan sumber daya alam yang harus dijaga sebagai warisan bagi generasi mendatang. Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, kalangan pemuda hingga masyarakat untuk terus menanam dan merawat pohon sebagai bagian dari budaya hidup.

“Menanam pohon bukan hanya untuk hari ini, tetapi merupakan investasi bagi masa depan anak cucu kita. Kalau semua pihak bergerak bersama, saya optimistis Kuningan dapat menjadi kabupaten yang hijau, asri, dan menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan hidup,” ujarnya.

HRA juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Kampung Iklim di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, ProKlim merupakan salah satu program strategis yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui aksi nyata di tingkat desa dan kelurahan.

“Program Kampung Iklim (ProKlim) sendiri merupakan program nasional Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, serta memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berhasil melaksanakan aksi nyata pengendalian perubahan iklim di tingkat tapak,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Ir. Usep Sumirat, mengatakan sosialisasi ProKlim menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, hingga masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, Kabupaten Kuningan memiliki modal besar berupa kawasan hutan, sumber mata air, serta komitmen masyarakat yang selama ini telah aktif melakukan berbagai kegiatan konservasi. Potensi tersebut perlu terus diperkuat melalui Program Kampung Iklim agar semakin banyak desa dan kelurahan yang mampu menjadi percontohan dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Program Kampung Iklim bukan hanya mengejar penghargaan, tetapi bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar menjaga lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kami berharap semakin banyak desa yang aktif melakukan penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi sumber air, serta berbagai aksi nyata lainnya,” kata Usep.

Ia menambahkan, Dinas Lingkungan Hidup akan terus melakukan pendampingan kepada pemerintah desa, komunitas, dan kelompok masyarakat agar pelaksanaan ProKlim berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri H. Rokhmat Ardiyan, jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan Ir. Usep Sumirat, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, serta berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas peduli lingkungan yang berkomitmen mendukung terwujudnya Kabupaten Kuningan sebagai daerah yang hijau, sehat, dan berkelanjutan. (OM)