Kadinsos Tatiek : Sekolah Rakyat Hadir untuk Masa Depan Anak Keluarga Prasejahtera

Pendidikan, Sosial160 views

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah terus mendorong program Sekolah Rakyat (SR) sebagai salah satu upaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Program ini diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih baik.

Iklan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Tatiek Ratna Mustika, S.Sos., M.T., menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program Sekolah Rakyat ini bukan hanya untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera, tetapi juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan. Harapannya, anak-anak ini bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/10/2026).

Iklan

Menurutnya, sasaran utama program Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Proses penjaringan calon siswa dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di setiap kecamatan, bukan melalui pendaftaran umum.

“Sasaran utama Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga yang masuk Desil 1 dan Desil 2. Penjaringannya dilakukan melalui pendamping PKH di setiap kecamatan, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi langsung ke rumah calon siswa agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Dalam proses verifikasi tersebut, petugas melakukan pengecekan kondisi sosial ekonomi keluarga, termasuk kondisi tempat tinggal dan kepemilikan kendaraan, untuk memastikan calon siswa sesuai dengan kriteria penerima manfaat.

Dari sisi kapasitas, setiap titik Sekolah Rakyat direncanakan dapat menampung rata-rata 90 siswa, yang terdiri atas 30 siswa jenjang SD, 30 siswa SMP, dan 30 siswa SMA. Apabila seluruh fasilitas telah berdiri dan beroperasi secara optimal, program tersebut ditargetkan dapat menjangkau sekitar 1.000 siswa.

Selain memperoleh pendidikan, siswa juga disiapkan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari seragam, tablet untuk pembelajaran, hingga tempat tinggal bagi mereka yang mengikuti sistem pendidikan berasrama. Kebutuhan konsumsi juga disediakan sebanyak tiga kali makan dan dua kali makanan selingan setiap hari.

“Anak-anak yang mengikuti Sekolah Rakyat akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang pendidikan, mulai dari seragam, tablet untuk belajar, hingga tempat tinggal bagi yang berasrama. Kebutuhan makan dan minum juga disiapkan agar mereka bisa lebih fokus mengikuti kegiatan belajar,” ungkap Tatiek.

Tidak hanya menyasar anak-anak, program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga. Orang tua siswa dari kalangan prasejahtera berpotensi memperoleh dukungan melalui program bantuan sosial lainnya, seperti Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun bantuan permodalan, sesuai ketentuan dan kriteria yang berlaku.

“Kami berharap manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak melalui pendidikan, tetapi juga bisa berdampak terhadap kondisi keluarganya. Karena itu, ada peluang dukungan melalui program bantuan sosial lainnya bagi keluarga yang memenuhi persyaratan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, penyiapan lahan, bangunan, dan infrastruktur utama Sekolah Rakyat menjadi bagian dari tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara itu, pemenuhan fasilitas penunjang dan penanganan kebutuhan siswa dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Sosial serta pihak terkait.

Tatiek berharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Kuningan.

“Setiap titik Sekolah Rakyat direncanakan memiliki kapasitas sekitar 90 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Jika seluruh fasilitas sudah beroperasi secara optimal, targetnya sekitar 1.000 siswa bisa terjangkau. Mudah-mudahan program ini menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak,” ungkapnya.

Melalui program ini, pemerintah diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mengenyam pendidikan berkualitas.

“Dengan dukungan pendidikan dan kesejahteraan keluarga, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun masa depan generasi muda sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” pungkasnya. (OM)