Jelang Nobar Persib di Kuningan Diprediksi Dipadati Ribuan Bobotoh, Ketua Boboko Serukan Kedamaian

Olahraga82 views

KUNINGAN ONLINE — Euforia keberhasilan Persib Bandung meraih hattrick juara Liga 1 mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Kuningan. Ribuan bobotoh diperkirakan akan memadati kawasan Lapangan Pandapa Paramarta untuk mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) laga terakhir musim ini sekaligus merayakan keberhasilan Maung Bandung mempertahankan gelar juara.

Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama aparat keamanan telah menyiapkan skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi membludaknya massa bobotoh yang datang dari berbagai wilayah di Kuningan dan sekitarnya.

Iklan

Selain nobar, sejumlah komunitas suporter juga berencana menggelar konvoi kemenangan sebagai bentuk kegembiraan atas prestasi klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.

Di tengah tingginya antusiasme itu, Ketua Bobotoh Kolot (Boboko) Distrik Kuningan, Deni Hamdani, mengajak seluruh bobotoh menjadikan momentum perayaan juara sebagai ajang mempererat persaudaraan antar suporter, bukan malah memicu konflik dan permusuhan.

Iklan

Menurut Deni, rivalitas dalam sepak bola merupakan hal yang wajar selama tetap berada dalam batas sportivitas. Namun, rivalitas yang berujung kebencian dan kekerasan dinilai hanya akan merusak citra sepak bola nasional.

“Kami ingin rivalitas permusuhan antara bobotoh Persib dan The Jak dihentikan. Kalau terus dipelihara, yang rugi bukan hanya suporter, tapi sepak bola Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya, Jumat (22/5).

Ia menilai hubungan antara pendukung Persib Bandung dan Persija Jakarta seharusnya mulai memasuki fase yang lebih dewasa. Menurutnya, sepak bola semestinya menjadi sarana hiburan dan pemersatu masyarakat, bukan ruang untuk saling membenci.

Deni yang juga menjabat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Kuningan mengatakan, Persib bukan sekadar klub sepak bola, tetapi sudah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sunda yang memiliki ikatan emosional kuat dengan para pendukungnya.

“Persib adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Karena itu, cara mencintainya juga harus dengan sikap yang positif dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia menjelaskan, Bobotoh Kolot atau Boboko dibentuk sebagai wadah bagi bobotoh senior berusia di atas 35 tahun yang ingin tetap aktif mendukung Persib sekaligus memberikan contoh yang baik kepada generasi muda suporter.

Menurutnya, keberadaan bobotoh senior sangat penting dalam membangun budaya suporter yang lebih tertib dan dewasa. Ia berharap para suporter muda tidak mudah terpancing provokasi, baik di media sosial maupun di lapangan.

“Jangan sampai hanya karena komentar di media sosial atau saling ejek lalu berujung bentrok. Cinta terhadap klub jangan sampai menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.

Deni juga menyoroti sejumlah kejadian keributan saat nonton bareng maupun konvoi kemenangan yang terjadi di beberapa daerah akibat fanatisme berlebihan. Ia berharap momentum perayaan juara musim ini bisa menjadi contoh bahwa bobotoh mampu merayakan kemenangan dengan damai dan tertib.

“Kita ingin suasana mendukung sepak bola itu adem. Setelah pertandingan selesai, semuanya tetap bisa beraktivitas seperti biasa dan tetap bersaudara,” ujarnya.

Menjelang laga terakhir musim ini, Deni mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama TNI-Polri yang memfasilitasi kegiatan nobar terpusat di Pandapa Paramarta. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu upaya menjaga keamanan dan mengurangi potensi gesekan di sejumlah titik keramaian.

Ia juga menyebut seluruh komunitas pendukung Persib Bandung di Kabupaten Kuningan kini telah dihimpun dalam wadah “Sadulur Suporter Persib” sebagai bentuk penguatan solidaritas antar kelompok bobotoh.

“Semua tetap satu tujuan, mendukung Persib. Jadi jangan sampai sesama bobotoh juga terjadi gesekan hanya karena perbedaan komunitas,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Deni mengimbau seluruh bobotoh yang mengikuti nobar maupun konvoi kemenangan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban umum dan tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.

Ia juga meminta para suporter menghindari konsumsi minuman keras, obat-obatan terlarang, maupun aksi vandalisme yang dapat mencoreng nama baik bobotoh.

“Mari rayakan kemenangan Persib dengan dewasa. Tunjukkan bahwa bobotoh bisa menjadi suporter yang santun, tertib, dan membawa kenyamanan bagi masyarakat,” pungkasnya. (OM)