HRA Tinjau Sekolah Rakyat Kuningan, Sebut Program Prabowo Wujud Keadilan Sosial

Politik, Sosial147 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan mengunjungi Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kuningan, Kamis (7/5/2026). Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa HRA itu menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan keadilan sosial bagi anak-anak kurang mampu.

Dalam sambutannya, HRA menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan para siswa Sekolah Rakyat di Kuningan. Ia mengaku sempat menyaksikan langsung kondisi awal para siswa saat pertama masuk sekolah, yang masih dipenuhi rasa takut dan ragu.

Iklan

“Saya ingin melihat, memantau, menyaksikan langsung bagaimana jalannya program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuningan. Pada saat awal pembukaan saya menyaksikan sendiri banyak siswa yang menangis, takut, ragu-ragu, begitu juga orang tuanya,” ujarnya.

Namun, menurutnya, berkat ketekunan kepala sekolah, para guru, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, kini anak-anak mulai menunjukkan perubahan besar.

Iklan

“Sekarang saya datang kembali dan menyaksikan anak-anak sudah antusias, lebih percaya diri, memiliki semangat yang luar biasa. Saya yakin ke depan anak-anak ini memiliki mimpi dan cita-cita yang bisa terwujud,” katanya.

HRA menyebut Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata kepedulian Presiden Prabowo terhadap masa depan anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Inilah bentuk keadilan sosial yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo. Agar di bumi Indonesia tidak ada lagi yang buta huruf, tidak ada lagi masyarakat yang terbelakang dan miskin. Negara hadir membantu kesulitan masyarakat,” tegasnya.

Iklan

Ia juga mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 166 Sekolah Rakyat di Indonesia dan pemerintah menargetkan jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 500 sekolah.

“Kuningan ditargetkan memiliki sekitar 1.000 siswa. Saya yakin di tangan anak-anak Kuningan bangsa ini akan lebih baik,” ucapnya.

Menurut HRA, Sekolah Rakyat membuka kesempatan besar bagi anak-anak untuk meraih masa depan lebih baik.

“Dari Sekolah Rakyat nanti bisa lahir tentara, polisi, dokter, pengusaha, dan orang-orang sukses lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, salah satu siswa bernama Arfan kelas 3 turut mendapat perhatian setelah berhasil membacakan teks Pancasila di hadapan para tamu.

HRA juga menyampaikan rencana pengembangan Sekolah Rakyat di wilayah Cikandang, Kecamatan Luragung. Ia mengatakan lahan yang disiapkan kini bertambah dari enam hektare menjadi delapan hektare dengan target operasional pada 2027.

“Targetnya nanti merekrut kurang lebih 1.000 siswa-siswi putra-putri terbaik Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Ia menambahkan, anggaran pendidikan di Sekolah Rakyat mencapai sekitar Rp48 juta per siswa per tahun.

“Ini luar biasa. Pemerintah daerah juga menerima manfaat ekonomi karena bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani mengatakan Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memberikan perhatian kepada anak-anak Sekolah Rakyat yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang beruntung.

Ia menyebut saat ini Sekolah Rakyat masih memanfaatkan gedung eks SMPN 6 Kuningan dan berharap keberadaan sekolah tersebut mampu melahirkan generasi sukses di masa depan.

“Kalian harus tetap semangat, tidak boleh bersedih. Pemerintah hadir untuk anak-anak kami semuanya,” ujarnya kepada para siswa.

Tuti juga mengungkapkan masih banyak siswa yang memiliki kondisi keluarga memprihatinkan, termasuk ada yang telah kehilangan kedua orang tua.

“Pemerintah harus hadir untuk anak-anak kami semua yang kurang beruntung. Harus semangat belajar, tunjukkan bahwa kalian mampu dan bisa meraih cita-cita,” katanya.

Ia menegaskan pesan Presiden Prabowo agar anak-anak tetap disiplin, semangat, dan percaya diri meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi.

“Bapak Presiden sangat memperhatikan anak-anak kita semua yang orang tuanya kurang beruntung,” pungkasnya. (OM)