KUNINGAN ONLINE – Regenerasi kepemimpinan dalam sebuah organisasi menjadi keharusan untuk melahirkan sosok baru untuk memimpin.
Dalam kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) ke XI Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kuningan telah melahirkan sosok baru yang menggantikan Adi Pauji atau yang kerap disapa Wowo sebagai Ketua Umum.
Hasil Konfercab yang dilaksanakan pada Sabtu (26/3) di Desa Kalimaamggis Kulon, memunculkan sosok Hendra Nur’ Rochman sebagai Ketua DPC GMNI tahun 2022-2024.
Hendra Nur’ Rochman, sebelumnya merupakan Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, dirinya dipercaya untuk mengemban amanah pada periode 2022-2024.
Hendra Nur’ Rochman mengucapkan rasa syukur serta berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan padanya. Namun demikian, dirinya menegaskan bahwa hal tersebut hanya awal dari perjuangan sebenarnya.
“GMNI ini harus betul-betul menjadi organisasi kawah candra dimuka, organisasi ini harus menjadi laboratorium bagi kawan-kawan mahasiswa dalam peningkatan ke Intelektualitasan yang didasari dengan membaca buku dan berdiskusi, saya juga mengajak seluruh kader GMNI Kuningan dari seluruh Komisariat GMNI Cabang Kuningan untuk bersatu padu dalam berjuang dan membangun GMNI Kuningan sesuai dengan apa yang diamanahkan dalam rekomendasi-rekomendasi Konfercab ke XI DPC GMNI Kuningan,” ajak Hendra, dalam keterangan tertulis, Senin (28/3).
Sementara itu, Adi Pauji, Ketua Demisioner DPC GMNI Kuningan memberi tanggapan terhadap helaran Konfercab Ke XI GMNI Kuningan, bahwasannya ditengah-tengah aktifnya organisasi GMNI sebagai partisipan dari pemerintahan khususnya Kabupaten Kuningan agar kedepan mampu bersikap lebih dewasa dan tidak untuk berhenti mengkritik serta memberi solusi terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat.
“Kepada Bung Hendra saya ucapkan selamat atas tugas barunya untuk memimpin GMNI Kuningan semoga dalam kepemimpinannya mampu membawa GMNI Kuningan menjadi lebih dewasa dalam mengkritik dan memberikan solusi terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat,” pungkasnya. (OM)









