KUNINGAN ONLINE – Tepat di Hari Sumpah Pemuda ke-93, di Kabupaten Kuningan kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) mengalami kenaikan dimasa pandemi Covid-19.
Kenaikan kasus di tahun 2021, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kuningan sebanyak 93 kasus. Hal ini juga sekaligus deklarasi Kolaborasi Pentahelix se-Jabar.
“Ya, kami tentu sangat prihatin dengan kenaikan jumlah ODHA di Kuningan saat Pandemi Covid-19 hingga sekarang. Padahal semua tahu, dalam kebijakan di masa Pandemi Covid-19 semua fasilitas terutama hotel di tutup, tapi nyatanya ada kenaikan,” ujar Kabag Kesra Setda Kuningan Nurjati yang juga pengurus Komisi Penanggalan Aids Daerah Kuningan, saat memberikan keterangan di sela kegiatan Kolaborasi Pantahelix se-Jabar secara virtual di Setda Kuningan, Kamis (28/10).
Ia menerangkan, adanya pelaksanaan kegiatan Kolaborasi Pantahelix se-Jawa Barat ini, Kuningan bisa melakukan pencegahan dan penekanan terhadap angka ODHA. “Kami berharap Zero kasus HIV/Aids ini mewujudkan Kuningan maju dan Jabar Juara Lahir Batin,” terangnya.

Ditempat sama Ketua Pelaksanaan KPAD Kuningan, Asep Susan Susanjaya menyampaikan, pelaksanaan ini merupakan kemitraan strategis antara akademisi, pihak swastafbisnis, komunitas (masyarakat), pemerintah (government) dan media melalui Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD).
“Landasan ini sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 tahun 2007 menjadi sangat penting dan strategis untuk mewujudkan Ending AIDS 2030 di Jawa Barat,” ujar Asep Papay sapaan akrabnya.
Asep menjelaskan, langkah terkonsep dalam kegiatan untuk mendorong peningkatan kolaborasi dari seluruh sektor untuk meningkatkan kebijakan program dan kebijakan anggaran dalam pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS yang berkelanjutan melalui penyusunan dokumen Daerah (Rencana Aksi Daerah).
“Meningkatkan peran dan upaya nyata Pemerintah Daerah dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat dengan inovasi dan kolaborasi untuk pemenuhan target Standar Pelayanan Minimum Bidang Kesehatan, Indikator target orang dengan risiko terinfeksi Virus yang melemahkan daya tahan tubuh manusia (HIV),” jelasnya.
Selain itu, Asep Papay menyebutkan dalam pelaksanaan melakukan percepatan Program Pencegahan Dan Penanggulangan HIV AIDS melalui strategi 3 Zero (Zero New Infection, Zero AIDS Related Death, Zero Discrimination) dan pendekatan perubahan perilaku pada setiap tahapan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat.
“Epidemi HIV AIDS di Jawa Barat terus mengalami peningkatan hingga menyebar kepada populasi Ibu Rumah Tangga. Jumlah kasus infeksi HIV AIDS di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat hingga Bulan Juni Tahun 2021, 51.553 kasus HIV dan 11.722 kasus AIDS,” sebutnya.
Untuk Kuningan, Ia memaparkan mempunyai masalah yang sama dengan kabupaten kota lainnya mengenai angka kasus HIV/ AIDS, berdasarkan data komulatif dari tahun 2013 s.d bulan Oktober 2020.
“Menunjukan angka 550 kasus yang teridentifikasi melalui data Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dan untuk tahun ini ada 93 kasus HIV/AIDS,” pungkasnya. (OM)





