KUNINGAN ONLINE – Tugas generasi muda sekarang dalam mengisi kemerdekaan, bukan mengangkat senjata atau melakukan diplomasi politik kebangsaan seperti yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan pada masa sebelum merdeka.
Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Kuningan, M. Ridho Suganda dalam acara Kuningan Podcast dengan tema ‘Epran Pemuda dalam Mengisi Kemerdekaan’ bersama Kepala Desa Cikondang Kecamatan Hantara, Lia Nuryanah, di Galer Kopi Taman Cirendang, Senin (15/8/2022).
“Berjuang sekarang adalah memberi ide, gagasan, dan tindakan nyata untuk mengisi kemerdekaan, agar bangsa ini seperti yang dicita-citakan oleh para pahlawan. Maka dari itu, kepada para pemuda, ayo kita lanjutkan perjuangan para pahlawan untuk membangun bangsa dan negara,” tutur Wabup Edo sapaan akrabnya.
Menurutnya, cara mengisi kemerdekaan di era kemajuan teknologi informasi sedemikian maju dan pesat, yakni harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Dimana generasi milenial harus mampu menguasai teknologi informasi.
“Jangan jadikan kemajuan jaman ini sebagai musuh. Tapi jadikan era digitalisasi ini sebagai sarana bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan,” tuturnya.
Edo menerangkan, saat ini kaum milenial hanya cukup dengan jari untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai keahlian yang dimiliki masing-masing, seperti dalam bidang ekonomi, pertanian, pendidikan, maupun yang lainnya, dengan menciptakan atau memanfaatkan aplikasi yang ada, sebagai bentuk tindakan nyata untuk mengisi kemerdekaan.
Meski demikian, lanjut Edo, dalam era di mana teknologi informasi yang semakin maju dan pesat agar generasi milenial bisa mengendalikan diri.
“Jika tidak, generasi milenial akan dicekoki informasi dan hiburan yang tak mendidik. Hal demikian yang akan merusak mental dan karakter generasi muda,” terangnya.
Diungkapkan Edo, saat ini Pemerintah Kabupaten Kuningan tengah mengembangkan program kota cerdas (smart city).
Dengan terwujudnya smart city, lanjutnya, berbagai aktivitas pemerintahan maupun publik akan dibarengi dengan teknologi informasi, sehingga akan jauh lebih efektif dan efisien.
“Dengan program smart city ini, generasi muda juga bisa turut berperan, baik dengan memanfaatkan aplikasi yang ada maupun menciptakan aplikasi baru yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Kuningan,” imbuhnya.
Masih dikatakan Wabup, era digitalisasi menuntut dan memaksa masyarakat untuk mengenal dan menggunakan teknologi informasi. Karena jika tidak, masyarakat akan mengalami ketertinggalan.
“Tidak bisa dipungkiri, era digitalisasi ini adalah milik generasi milenial. Untuk itu, saat ini para muda dituntut untuk bisa menguasai teknologi informasi,” pungkasnya. (OM)






