Gelar Festival Budaya, IPPMK Jadetabek Lestarikan Bahasa Daerah ‘Sunda’

Budaya, Pendidikan, Sosial3,434 views

KUNINGAN ONLINE – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kuningan (IPPMK) Jadetabek menyelenggarakan Festival Budaya dengan tema “Meruwat dan Merawat Bahasa Daerah Melalui Pamuda/i di Era Modern”.

Dengan iringan musik tradisional Sunda mengiringi tarian pangjajap, menjadi bagian dari tradisi yang diperkenalkan oleh generasi muda saat ini, ditambah lagi penataan panggung outdoor dengan desain bambu, pencahayaan obor dan ada berbagai jenis anyaman.

Iklan

Festival ini berhasil menarik perhatian dalam upaya menggali lebih dalam tentang kekayaan sastra Sunda. Acara yang diisi dengan Diskusi Publik Meruwat dan Merawat Bahasa Daerah melalui pemuda pemudi di Era Modern, dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Berlangsung di RM. Kopi Hawu pada Minggu Malam (20/8/2023). Dengan menghadirkan Narasumber Dr. Tendi, S.Pd, ST. Sejarawan, Emup Muplihudin, S,Pd, Kabid Kebudayaan, Opah Ropiah, M.Pd Dosen STKIP Muhamadiyah Kuningan.

Menurut Alfath Hidayatullah selaku Ketua Umum IPPMK Jadetabek mengatakan bahwa hal yang melatarbelakangi diadakannya Festival budaya ini adalah ingin menumbuhkan rasa cinta kita terhadap bahasa Sunda.

Iklan

“Latar belakang kenapa kita melaksanakan kegiatan festival budaya dan berfokus pada bahasa karena memang kita juga ingin punya atau menumbuhkan rasa cinta kita terhadap terhadap bahasa Sunda,” ujarnya.

Sementara, Dian Rachmat Yanuar, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan mengatakan tidak hanya mempertahankan kata-kata dalam bahasa Sunda tapi melestarikan inti dari suatu budaya adalah bahasa yang akan menghubungkan antar generasi untuk menjaga keberagaman suatu budaya.

“Tugas kita bukan hanya mempertahankan kata-kata tapi melestarikan inti dari suatu model, inti suatu badan, inti dari suatu budaya adalah bahasa. Ini akan menghubungkan antar generasi dan ini akan menjaga keberagaman kebudayaan dunia,” tuturnya.

Kegiatan Festival budaya ini menjadi sebuah kontribusi nyata dalam melestarikan budaya dan bahasa Sunda di daerah kuningan. Dimanapun kita berada kita harus tetap menanamkan hal tersebut dalam diri kita.

Kang Adam sebagai dewan pembina IPPMK mengharapkan bahwa dengan adanya kegiatan ini bisa mendidik atau mengingatkan kita sebagai orang Sunda.

“Mudah-mudahan acara ini tiasa, leres-leres ngadidik atanapi ngemutkeun urang keur urang teh urang Sunda,” ungkapnya. (OM)