KUNINGAN ONLINE – Gerakan Bersih-Bersih Masjid dan Musala (Geber Mas) yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) tidak hanya berhenti pada aksi membersihkan rumah ibadah. Di Kabupaten Kuningan, gerakan tersebut dilanjutkan dengan aksi peduli lingkungan melalui penanaman pohon di sekitar Masjid Al-Kautsar, Desa Kramatmulya, Kecamatan Kramatmulya, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kick-off Geber tingkat Kabupaten Kuningan. Aksi ini diikuti jajaran Kemenag, Pemerintah Desa Kramatmulya, pengurus DKM, KUA Kecamatan Kramatmulya, tokoh agama, serta masyarakat.
Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ahmad Handiman Romdony, M.Si., mengatakan Geber dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.
Menurutnya, program tersebut menyasar sekitar 81.000 titik di Indonesia, sekitar 20.000 titik di Jawa Barat, dan sebanyak 268 titik di Kabupaten Kuningan.
“Ini sebagai bentuk kepedulian Kementerian Agama terhadap masyarakat dengan bersih-bersih masjid bersama, supaya tempat ibadah kita tetap bersih dan suci,” ujarnya.
Namun, Ahmad menegaskan kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dengan menjaga kebersihan masjid. Karena itu, rangkaian Geber juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam melalui aksi penanaman pohon.
Ia menyebut konsep tersebut sejalan dengan semangat ekoteologi, yakni membangun kesadaran bahwa kecintaan kepada Allah SWT harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
“Menjaga kebersihan tempat ibadah dan menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama. Karena itu, gerakan ini diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat,” ungkapnya.
Kramatmulya Jadi Lokasi Kick-Off
Pemilihan Masjid Al-Kautsar sebagai lokasi kick-off Geber tingkat Kabupaten Kuningan tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Desa Kramatmulya, DKM, tokoh masyarakat, dan warga terhadap berbagai program KUA maupun Kemenag.
Kepala KUA Kecamatan Kramatmulya, Juhana, mengatakan Desa Kramatmulya mendapat kehormatan menjadi lokasi kick-off Geber tingkat Kabupaten Kuningan.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Kramatmulya dan DKM Masjid Al-Kautsar yang dinilainya sangat luar biasa.
“Alhamdulillah, dukungan dari Pak Kuwu dan DKM luar biasa untuk pelaksanaan acara Geber tingkat nasional ini. Dukungan masyarakat juga sangat luar biasa,” kata Juhana.
Juhana menjelaskan, program bersih-bersih masjid dan musala di Kecamatan Kramatmulya terus berjalan. Dari target 40 titik, sebanyak 28 titik telah terealisasi, sementara 12 titik lainnya ditargetkan rampung hingga akhir tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan KUA di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi pernikahan.
“Ini menjadi bagian dari upaya agar Kemenag benar-benar berdampak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selama ini mungkin ada yang mengira KUA hanya mengurus pernikahan, padahal banyak program lain yang bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Sebelum pelaksanaan Geber, KUA Kecamatan Kramatmulya juga telah melaksanakan berbagai kegiatan di Desa Kramatmulya, di antaranya fasilitasi wakaf, pengukuran arah kiblat, hingga penomoran identitas masjid.
Juhana menilai konsistensi dukungan Pemerintah Desa dan DKM menjadi salah satu alasan Masjid Al-Kautsar dipilih sebagai lokasi kick-off.
Ia menegaskan, dipilihnya Kramatmulya bukan berarti desa lain kurang memiliki kepedulian. Menurutnya, hampir seluruh desa di Kecamatan Kramatmulya menunjukkan antusiasme yang sama dalam mendukung program KUA dan Kemenag.
“Kramatmulya dipilih karena lokasinya strategis, berada di pusat kecamatan dan aksesnya juga mudah. Tetapi semua desa sebenarnya antusias dan dukungannya luar biasa,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kramatmulya, H. Otong, bersama jajaran Pemerintah Desa turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Geber dan aksi penanaman pohon.
Kolaborasi Kemenag, KUA, pemerintah desa, DKM, MUI, PKK, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu memastikan Geber tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Melalui aksi bersih-bersih masjid yang dilanjutkan dengan penanaman pohon, Geber di Kramatmulya membawa pesan bahwa masjid harus bersih, lingkungan harus hijau, dan kepedulian terhadap alam merupakan bagian dari nilai keagamaan yang perlu dijaga bersama. (OM)









