Fasilitas Pendidikan di Kuningan Alami Kerusakan

KUNINGAN ONLINE – Pandemi Covid-19 yang melanda diberbagai daerah selama kurang lebih 2 tahun, khusus pada bidang Pendidikan proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh.

Hal tersebut membuat sarana prasarana pendidikan di Kuningan ditemukan banyak mengalami kerusakan.

Iklan

“Setelah kita lama tak melangsungkan pendidikan secara tatap muka atau selama KBM Daring hampir dua tahun, itu banyak terjadi kerusakan,” ujar Rana Suparman disela kunjungan kerja Kepramukaan di SMPN 1 Kramatmulya, Senin (5/10).

Ia menyebutkan, kerusakan terjadi akibat tidak berfungsi aset pendidikan seperti pada umumnya. Atau kurangnya pemeliharaan sarana prasarana ditiap sekolah.

Iklan

“Ya ditemukan kerusakan itu dari bangunan dan mebeuler di setiap sekolah. Seperti di SMPN Kramatmulya ini, ada Ruang Kegiatan Belajar (RKB) yang mengancam aktivitas pendidikan yang berlangsung nanti. Bisa dilihat bangunan atas itu melengkung sehingga RKB itu dikosongkan,” sebutnya.

Bentuk antisipasi terhadap ancaman kerusakan dengan skala besar, Rana menjelaskan ini disesuaikan dengan pelaksanaan teknis PTM (Pembelajaran Tatap Muka).

“Dengar tadi dari beberapa guru dan kepala sekolah, teknik PTM ini disesuaikan dengan kegiatan berlangsung. Nah, di SMPN Kramatmulya ini ada fasilitas lain atau Musola itu digunakan untuk kegiatan PTM,” jelasnya.

Menyingung soal jumlah kerusakan terjadi di setiap sekolah, Rana yang juga mantan Ketua DPRD Kuningan ini mengaku belum bisa menghitung berapa jumlah banyak kerusakan terjadi.

“Untuk jumlah, kita belum lakukan kalkulasi dan sekarang kita mulai melakukan inventaris. Seperti berapa jumlah mebeuler rusak, bangunan sekolah rusak serta alat pendukung pendidikan lainnya yang sama rusak,” ujarnya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya untuk menginventarisir kerusakan-kerusakan yang terjadi dibeberapa sekolah. (OM)