KUNINGAN ONLINE – Kabupaten Kuningan akan menjadi tuan rumah Jambore Penyuluh Pertanian Jawa Barat 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 6-8 Mei 2025 di Kebun Raya Kuningan.
Ketua Pelaksana Jambore, Yuda Geni, menyampaikan bahwa persiapan terus dimatangkan agar acara berjalan lancar. Kegiatan nanti akan dihadiri sekitar 1000 penyuluh dari 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat.
“Kami meminta doa dan dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Apalagi, para tamu yang hadir memiliki energi luar biasa, sehingga panitia harus bekerja ekstra. Mudah-mudahan setelah acara ini, Kabupaten Kuningan semakin dikenal dan bisa naik ke level nasional,” ujar Yuda, usai rapat panitia Jambore Penyuluhan Pertanian, Rabu (19/3/2025).

Ditempat yang sama, Ketua DPD Perhiptani Deni Pringadi, menerangkan Jambore ini juga menjadi ajang pemantapan penyuluh pertanian dalam mendukung program nasional.
Ia juga menjelaakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan Dinas Lingkungan Hidup serta dengan Pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, pemerintah daerah sangat mendukung. Bahkan, acara ini bisa menjadi momentum untuk menunjukkan eksistensi penyuluh pertanian dalam mendukung kebijakan pembangunan pertanian yang akan datang,” kata Deni.
Jambore ini diprediksi akan dihadiri lebih dari 1.000 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Selain menjadi ajang silaturahmi dan penguatan program penyuluhan, kegiatan ini juga memiliki dampak ekonomi dan promosi pariwisata bagi Kabupaten Kuningan.
Momentum Besar untuk Penyuluh Pertanian
Deni juga menekankan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung program moderasi pertanian, termasuk dalam penerapan teknologi pertanian di tingkat petani. Jambore ini pun diharapkan dapat menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang pengelolaan kepegawaian penyuluh pertanian.
“Rencananya, tahun depan status kepegawaian penyuluh pertanian akan ditarik ke pusat. Jambore ini bisa menjadi momentum penting dalam proses pengalihan tersebut,” jelasnya.
Hingga saat ini, panitia telah menjajaki kehadiran Gubernur Jawa Barat, perwakilan Kementerian, serta Kantor Staf Kepresidenan. Jika terealisasi, kehadiran pejabat tinggi ini semakin mengukuhkan pentingnya acara tersebut.
Wabup Kuningan Apresiasi Jambore
Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menyambut baik terselenggaranya Jambore Penyuluh Pertanian Jawa Barat di Kabupaten Kuningan. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga pariwisata daerah.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Peran penyuluh sangat penting dalam mendukung program pemerintah di bidang pertanian dan ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kuningan,” ungkapnya.
Dengan pelaksanaan selama tiga hari dua malam, acara ini tidak hanya memperkuat jaringan penyuluh pertanian, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, terutama sektor pariwisata. Kabupaten Kuningan diharapkan semakin dikenal sebagai daerah dengan potensi pertanian dan wisata yang unggul di tingkat nasional. (OM)









