KUNINGAN ONLINE – Kepala Dinas Koperasi UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, Trisman Supriatna melalui Kepala Bidang UMKM Perindustrian, Alvin Fitranda, menegaskan bahwa fokus program UMKM pada tahun 2024 adalah peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku usaha.
“Program tersebut bertujuan mendorong UMKM naik kelas dengan berbagai strategi dan pelatihan. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pelatihan public speaking,” kata Alvin, Kamis (19/12/2024).
Menurutnya, hal ini bertujuan agar para pelaku UMKM mampu memasarkan produk mereka secara langsung melalui media daring, seperti siaran langsung di media sosial.
“Kalau dulu hanya melalui pemasaran daring biasa, sekarang kita bekali mereka dengan keterampilan berbicara di depan layar untuk memasarkan produk secara langsung,” tutur Alvin.
Terkait legalitas produk, Alvin menerangkan, Diskopdagperin mendorong seluruh UMKM memiliki sertifikat halal. Meskipun fasilitas dari pemerintah pusat sudah tidak ada, masih ada program sisa dari Kemenag yang difokuskan untuk produk yang sebelumnya gagal mendapatkan sertifikat halal.
“Selain itu, program legalitas lainnya, seperti SNI, pendaftaran merek, dan izin PIRT, tetap menjadi fokus utama tahun ini. Namun, anggaran yang tersedia masih terbatas, sehingga baru sekitar 100 UMKM yang bisa difasilitasi untuk PIRT pada tahun 2024,” terangnya.
Diskopdagperin juga memberikan perhatian khusus pada perbaikan desain kemasan untuk meningkatkan daya tarik produk. Kemasan berbahan plastik perlahan diganti dengan bahan karton yang dilengkapi stiker desain menarik.
“Untuk pemasaran, kita terus memanfaatkan momen-momen seperti Dharma Wanita di Gedung Sate serta event lainnya untuk memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Kuningan,” tambah Alvin.
Kemudian, lanjut Alvin, Diskopdagperin juga mengadakan pelatihan vokasi berbasis praktik untuk membangun jiwa kewirausahaan para pelaku UMKM, terutama mereka yang terdampak pandemi dan harus kembali ke kampung halaman.
“Pelatihan ini mencakup keterampilan spesifik yang dapat langsung digunakan untuk membuka usaha, seperti teknik produksi yang efisien, pengelolaan bisnis, hingga inovasi produk,” imbuhnya.
Dengan total UMKM di Kabupaten Kuningan mencapai 59.700-an, Diskopdagperin berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan alokasi anggaran pada tahun 2025.
“Kami berharap ada penambahan struktur anggaran agar lebih banyak pelaku UMKM yang dapat difasilitasi, khususnya untuk sertifikasi legalitas, pelatihan, hingga penyediaan sarana dan prasarana produksi,” ujar Alvin.
Selain itu, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengintegrasikan data dan program, serta menjalin studi komparasi dengan daerah lain untuk memperkuat perlindungan produk unggulan daerah.
Diskopdagperin Kuningan optimis bahwa melalui upaya ini, UMKM lokal akan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (OM)








