Diskatan Gerak Cepat Tangani Hama Tikus, 15 Hektare Sawah Terselamatkan Lewat Gerdal OPT

Sosial133 views

KUNINGAN ONLINE — Pemerintah Kabupaten Kuningan bergerak cepat merespons ancaman serangan hama tikus yang berpotensi mengganggu produksi padi di sejumlah sentra pertanian. Melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), sebanyak 15 hektare lahan sawah berhasil diselamatkan dari risiko kerusakan yang lebih luas.

Hama tikus sawah (Rattus argentiventer) dikenal sebagai salah satu musuh utama petani padi. Selain memiliki tingkat reproduksi tinggi, hama ini juga sangat adaptif dan mampu menyerang tanaman sejak fase persemaian hingga menjelang panen. Dalam kondisi populasi tinggi, serangan tikus dapat menyebabkan kerugian besar, bahkan berujung gagal panen.

Iklan

Merespons kondisi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan langsung menggelar Gerdal OPT di lahan pertanian milik Kelompok Tani Tunas Mandiri 1, Desa Bakom, Kecamatan Darma, pada Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., bersama tim Brigade Proteksi Tanaman, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta petani setempat.

Iklan

“Serangan tikus merupakan ancaman nyata bagi produksi pangan. Pengendalian tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus serentak dalam satu hamparan agar efektif menekan populasi,” ujar Wahyu di sela kegiatan.

Ia menegaskan, langkah cepat ini merupakan bentuk respons nyata pemerintah daerah terhadap laporan petani di lapangan.

“Setiap aduan yang masuk langsung kami tindak lanjuti. Tim segera turun untuk identifikasi dan melakukan aksi pengendalian. Ini bagian dari upaya menjaga produksi pertanian tetap aman,” tegasnya.

Selain aksi teknis di lapangan, kegiatan Gerdal juga diisi dengan edukasi kepada petani terkait karakteristik hama tikus, pola serangan, serta strategi pengendalian terpadu yang efektif dan ramah lingkungan. Petani didorong untuk melakukan pengendalian secara kolektif, mulai dari sanitasi lahan, pengemposan sarang, hingga penggunaan sarana pengendalian yang tepat.

Sebagai bentuk dukungan, Diskatan turut menyalurkan bantuan rodentisida guna memperkuat upaya pengendalian serentak di area terdampak. Bantuan ini diharapkan mampu menekan populasi tikus secara signifikan dan mencegah meluasnya serangan.

Wahyu menekankan bahwa kunci keberhasilan pengendalian terletak pada kekompakan petani dalam satu kawasan.

“Jika dilakukan secara serempak, siklus hidup tikus bisa diputus. Ini menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian,” ujarnya.

Para petani pun menyambut positif kehadiran pemerintah di lapangan. Langkah cepat Diskatan dinilai memberikan kepastian sekaligus meningkatkan semangat petani dalam menghadapi ancaman hama.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Melalui respons cepat, penguatan edukasi, serta dukungan sarana produksi, pemerintah memastikan setiap potensi gangguan terhadap sektor pertanian dapat ditangani secara efektif.

Dengan sinergi antara pemerintah dan petani, Kuningan optimistis mampu menekan dampak serangan hama dan menjaga stabilitas produksi padi sebagai komoditas strategis daerah. (OM)