Disdikbud Kuningan Prioritaskan Rehabilitasi Sarana SMP Selama 2025

Pendidikan, Sosial438 views

KUNINGAN ONLINE – Kondisi sarana dan prasarana Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kuningan masih menunjukkan ketimpangan. Sejumlah sekolah telah memiliki fasilitas yang layak, namun sebagian lainnya masih membutuhkan perhatian serius, terutama pada ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Abidin, S.Pd melalui Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMP, Meylina Husniati, S.E., M.A.P menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei lapangan terbaru terhadap 78 SMP Negeri, tercatat sebanyak 709 ruang kelas dalam kondisi baik, 72 rusak ringan, 407 rusak sedang, dan 70 ruang kelas rusak berat.

Iklan

Menurut Meylina, fokus pembangunan sarana pendidikan selama tahun 2025 lebih diarahkan pada rehabilitasi bangunan dibandingkan pembangunan baru. Hal ini disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan ketersediaan anggaran.

“Prioritas kami saat ini adalah rehabilitasi ruang kelas dan pemenuhan ruang kelas baru (RKB). Untuk SMP, kebutuhan RKB relatif sudah mencukupi, sehingga fokus anggaran lebih diarahkan pada rehab,” ujarnya.

Iklan

Ia menjelaskan, revitalisasi sarana pendidikan masih cukup banyak dilakukan, namun intervensi pemerintah daerah difokuskan pada bangunan dengan tingkat kerusakan sedang dan berat. Sementara untuk kerusakan ringan, pihak sekolah didorong memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Yang rusak ringan kami dorong bisa ditangani melalui dana BOS. Sedangkan yang masuk kategori rusak sedang dan berat menjadi kewenangan intervensi pemerintah daerah,” jelasnya.

Pada tahun 2025, rehabilitasi melalui APBD Kabupaten Kuningan menyasar sekitar 36 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah. Jenis pekerjaan meliputi rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, hingga pemagaran sekolah. Selain itu, terdapat program revitalisasi pada 8 sekolah lainnya melalui sumber pendanaan berbeda.

Terkait sarana penunjang pembelajaran, Meylina menyebutkan bahwa pengadaan perangkat seperti laptop, Interactive Flat Panel (IFP) untuk bahan ajar, serta hard disk eksternal masih menunggu penetapan anggaran tahun berikutnya.

“Untuk pengadaan sarana TIK tahun depan masih belum ditetapkan. Kami di bidang sarpras hanya melakukan verifikasi dan koordinasi dengan satuan pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan, total jumlah SMP di Kabupaten Kuningan mencapai 120 sekolah, terdiri dari 78 SMP Negeri, sisanya SMP swasta, termasuk 6 SMP satu atap (Satap). Seluruh data sarana dan prasarana tersebut dihimpun melalui sistem Dapodik sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Disdikbud Kuningan berharap, melalui prioritas rehabilitasi berbasis tingkat kerusakan ini, kualitas sarana pendidikan SMP dapat terus ditingkatkan secara bertahap dan merata. (OM)