Dinkes Kuningan Dianugerahi Penghargaan Dari Kemenkes RI

Informasi, Kesehatan1,966 views

KUNINGAN ONLINE – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan apresiasi kepada 15 perusahaan garmen, perkebunan dan perindustrian untuk Gerakan Pekerja Perempuan Sehat dan Produktif (GP2SP).

Salah satu apresiasi dari Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Kuningan dianugerahi penghargaan sebagai Pembina di tingkat kabupaten, dan PT. Zebra Asaba Industries (ZAI) adalah salah satu dari 15 perusahaan yang layak serta mendapat penghargaan tersebut.

Iklan
Iklan

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat kami ditengah lelahnya berjuang menanggulangi Covid-19. Ini membuktikan, bahwa ditengah keterpurukan, kami masih bisa berprestasi dan tetap konsen dalam melaksanakan program-program kesehatan lainnya,” ujar Kepala Dinkes Kuningan, Susi Lusiyanti kepada Kuninganonline.com, Senin (6/12/2021).

“Terimakasih kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang telah mewujudkan prestasi ini,” tambahnya.

Iklan

Susi menerangkan, bahwa pemberian Penghargaan Mitra Bhakti Husada merupakan apresiasi yang diberikan Kementerian kesehatan kepada mitra yang sudah berperan dalam memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja, dan merupakan rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 tahun 2021.

“Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif atau yang di singkat GP2SP,  merupakan upaya dari pemerintah, masyarakat, maupun pemberi kerja dan serikat pekerja untuk menggalang dan berperan serta guna meningkatkan kepedulian dan mewujudkan upaya perbaikan kesehatan pekerja perempuan sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas generasi penerus,” terangnya.

Selain itu, Susi menjelaskan, Pekerja Indonesia usia produktif mempunyai berbagai permasalahan kesehatan. Hal itu berdasarkan hasil riskesdas tahun 2013 lalu, bahwa Indonesia masih dihadapkan pada masalah gizi yang ditandai dengan masih tingginya angka kekurangan Energy Protein Kronik (KEK) dan anemia gizi besi serta adanya kecenderungan meningkatnya kelebihan berat badan.

Kegiatan GP2SP tersebut, lanjut Susi, diarahkan pada pelayanan kesehatan reproduksi pekerja/buruh perempuan yang hamil, deteksi dini penyakit tidak menular pada pekerja perempuan, pemenuhan kecukupan gizi pekerja perempuan yang hamil dan menyusui, peningkatan pemberian ASI selama waktu kerja dan pengendalian lingkungan bagi pekerja perempuan beresiko.

“Seperti diketahui, paradigma sehat sebagai model pembangunan kesehatan jangka panjang yang mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri melalui pemahaman perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mencegah penyakit,” jelasnya.

Pihaknya juga mengatakan, kelanjutan dalam Milennium Development Goals (MDGs) untuk bidang kesehatan adalah menjamin kehidupan sehat dan baik untuk semua orang di segala usia, saat ini dilanjutkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Rencana Strategis RPJMN 2015 s.d 2019 di Kementrian Kesehatan meliputi Peningkatan status kesehatan ibu, bayi, balita remaja, usia produktif, dan lanjut usia, pengendalian beban ganda penyakit, peningkatan akses air masyarakat pada pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang berkualitas,” pungkasnya. (OM)